Muslim di Malaysia Dilarang Tonton Penyanyi Hip Hop
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2009 | 23:07 WIB
Muslim Malaysia dilarang menonton konser kelompok penyanyi hip hop asal Amerika Serikat (AS), Black Eyed Peas.
Pejabat resmi mengatakan, larangan itu dikeluarkan terkait promotor pertunjukan yakni raksasa perusahaan bir Irlandia Guinness, sebagai bagian dari ulang tahun ke-250 perusahaan itu. Guinness dilarang menjual produk bir hitamnya yang terkenal pada konser yang menggunakan logonya pada iklan di publik.<>
Mayoritas suku melayu di Malaysia merupakan subyek hukum Islam, sementara sebagian besar warga Cina dan India yang minoritas, tidak.
Larangan ini terjadi setelah sebuah pengadilan Islam menjatuhkan hukuman cambuk pada seorang perempuan karena tertangkap basah minum-minum di sebuah bar hotel, meski belakangan hukuman itu kabarnya dipertimbangkan kembali.
Situs web Black Eyed Peas mempertanyakan: "Apakah anda non-Muslim usia 18 ke atas?", dan menutup akses bila jawabannya tidak.
Umat muslim merupakan hampir 60 persen warga dari 27 juta orang Malaysia dan dilarang mengkonsumsi alkohol di bawah hukum Islam. Pada konser pop sebelumnya, termasuk salah satu yang juga diisi Black Eyed Peas tahun 2007, tidak ada larangan bagi umat Muslim.
Pejabat pada Kementrian Budaya mengatakan pertunjukan seperti ini tidak biasanya dibolehkan karena ada kaitan dengan alkohol, namun menteri mengizinkan dengan harapan akan mendongkrak turisme, kata wartawan BBC Robin Brant di Kuala Lumpur.
Penampilan oleh artis pop lain seperti Beyonce, Gwen Stefani dan Avril Lavigne juga menghadapai tentangan di Malaysia dari kaum Muslim konservatif negeri itu. (ant/dar)
Terpopuler
1
Tanah Wakaf NU di Yogyakarta Dikembangkan Jadi Kampung Reforma Agraria Berbasis Wakaf Produktif
2
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
3
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
4
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
5
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
6
Pelatihan Manajemen Bencana NU Care-LAZISNU Tidak Sekadar Mengejar Jumlah Relawan
Terkini
Lihat Semua