Muslimat NU Imbau Anggotanya Jadi Pemilih Bertanggung Jawab
NU Online · Selasa, 2 Juni 2009 | 03:11 WIB
Menjelang Pemilu Presiden pada 8 Juli nanti, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengimbau anggotanya agar menjadi pemilih yang bertanggung jawab. Mereka tetap diberi kebebasan menentukan pilihan politiknya, namun harus bertanggung jawab, jangan sampai salah memilih dan justru merugikan NU sendiri.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, kepada wartawan usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/6) malam. "Intinya, (anggota Muslimat NU) bebas memilih, harus menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab," ujarnya.<>
Menjadi pemilih yang cerdas, menurut Khofifah, harus mengetahui pilihan capres-cawapres yang memiliki kepedulian terhadap NU, khususnya pada anggota Muslimat. "Kalau mereka cerdas, tentu tahu siapa (capres-cawapres) yang punya komitmen untuk 'menyapa' (baca: memperjuangkan kepentingan) Muslimat, 'menyapa' NU, 'menyapa' umat," katanya.
Rakernas yang digelar sejak 28 Mei lalu itu ditutup dengan sejumlah poin rekomendasi. Salah satu di antaranya berkaitan dengan momentum Pilpres yang dirumuskan melalui Komisi Bahsul Masail. Disebutkan, salah satunya, menggunakan hak pilih adalah kewajiban anggota Muslimat NU sebagai warga negara.
"Bagi Muslimat, memilih pemimpin adalah wajib. Itu perintah Al-Qur’an," terang Mursyidah Thahir, Ketua Komisi Bahsul Masail.
Meski demikian, anggota Muslimat diminta memilih capres-cawapres yang sesuai kriteria yang telah ditetapkan dalam Rakernas itu. "Kriteria-kriteria itu adalah ukuran ideal. Kalau tidak ada pilihan yang dinilai ideal, maka pilihlah yang paling sedikit madlorot-nya (nilai buruknya)," jelas pengajar pada Institut Ilmu Al-Qur’an, Jakarta, itu.
Keputusan Bahsul Masail tersebut, kata Mursyidah, hanya mengikat bagi seluruh anggota Muslimat NU, tidak pada masyarakat umum. Karenanya, ia berharap 15 juta warga Muslimat se-Indonesia dapat mematuhi keputusan organisasi tersebut.
Muslimat NU, melalui Rakernas itu, memutuskan sejumlah kriteria pemimpin ideal bagi bangsa Indonesia. Antara lain, dinyatakan bahwa seorang pemimpin harus bisa bertindak cepat dan tegas dalam menyelesaikan masalah bangsa, amanah (terpercaya), tabligh (mampu berkomunikasi dengan baik), siddiq (jujur) dan zuhud (tidak memperkaya diri sendiri).
Selain itu, seorang pemimpin harus sehat jasmani dan rohani, cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak, bertanggung jawab, memiliki kompetensi, dan berani menegakkan kebenaran dan memerangi kejahatan (amar ma'ruf nahi munkar). (rif)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua