NU Perlu Rapatkan Barisan Perjuangkan Keutuhan Pancasila dan NKRI
NU Online · Kamis, 11 Juni 2009 | 11:36 WIB
Nahdlatul Ulama (NU) perlu merapatkan kembali barisan untuk memperjuangkan keutuhan Pancasila dan NKRI dengan cara memperbaiki dan memperkuat peranan syuriyah di bidang struktur, fungsi dan kewenangannya yang dapat mengendalikan sayap politik dan sosial.
Hal ini disampaikan penulis buku "Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa”, As’ad Said Ali dalam acara silaturrahim dan peluncuran buku itu di Pondok Pesantren Al Manshur, Popongan, Tegagondo, Wonosari, Kabupaten Klaten, Rabu (10/6) kemarin.<>
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah kiai dan pengasuh pesantren yang tergabung dalam Majma' al-Buhuts an-Nahdliyyah (forum diskusi ke-NU-an). Demikian dilaporkan kontributor NU Online Abdul Muiz.
Menurut As’ad yang juga Wakil Kepada Badan Intelijen Negara (BIN), jajaran pengurus tanfidziyah NU (eksekutif) harus mengalami revitalisasi fungsi dan peranannya. "Targetnya adalah menjadikan NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang modern, fleksibel dan mampu menjadi wadah aktualisasi warganya,” katanya.
Acara peluncuran buku sedianya akan dihadiri Rais Am dan Ketua Umum PBNU serta Rais Am Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah, namun hingga acara usai yang bersangkutan tidak nampak. Sebagai gantinya untuk membahas buku Negara Pancasila, panitia menghadirkan KH. Mustofa Bisri, KH Maemun Zubair dan Prof DR Kacung Marijan.
Dalam buku Negara Pancasila, As'ad banyak mengupas tentang peran Nahdlatul Ulama dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia hingga kesediaan NU menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas.
Menurutnya, penerimaan terhadap Pancasila adalah sesuatu yang final, dimana hal ini ditegaskan dalam khittah NU tentang penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dan upaya ummat Islam Indonesia untuk menjalankan syari'at agamanya.
Hal itu telah dibuktikan dengan lahirnya deklarasi jihad 1946 yang terkenal dengan sebutan 'resolusi jihad' dan keterlibatan tokoh NU dalam mempertahankan kemerdekaan pada masa revolusi. Di samping itu, ujar As'ad NU tidak pernah terlibat dalam berbagai gerakan ilegal yang bertujuan mengganti Pancasila dan UUD 1945.
Acara yang berlangsung sehari itu mendapat respon yang luar biasa dari para kiai se Jawa, hal itu nampak dari membludaknya peserta hingga di luar arena perhelatan. Namun demikian, acara berlangsung cukup tertib dan diakhiri dengan penyerahan buku Negara Pancasila oleh penulisnya kepada KH Mustofa Bisri dan KH Salman Dahlawi. (amz)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua