Nahdlatul Ulama (NU) ingin mengukuhkan jatidirinya sebagai ormas Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja). NU akan terus mengupayakan moderasi semaksimal mungkin menjauhkan radikalisme dari kelompok Islam.
Demikian dinyatakan oleh Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Malik Madani, di sela-sela acara Halal Bihalal PBNU di Jakarta, Jum'at, (24/9) malam. Menurutnya, NU akan selalu berkontribusi dalam menyelesaikan masalah bangsa.<>
"NU akan mengoptimalkan program-program kerja. Program NU akan disosialiasikan dan dilaksanakan di tingkat wilayah. Seperti program kesehatan PBNU di bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan warga Nahdliyyin," tuturnya.
Lebih lanjut Malik menjelaskan, perbedaan yang ada hendaknya tidak dijadikan jurang pemisah. Sebaliknya perbedaan bisa dijadikan sebagai kekayaan dan potensi NU yang luar biasa.
Hal senada disampaikan Sekjen PBNU, Iqbal Sullam. Silaturahim dan halal bihalal ini digunakan PBNU maupun PWNU untuk menelaah hasil kinerja masing-masing. (min)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung APBN 2027 Sebesar Rp23 Triliun
6
Terkena Percikan Air Kloset Bercampur Najis, Apakah Badan dan Handuk Ikut Najis?
Terkini
Lihat Semua