Nuril Huda: Pemilu itu Perkara Kecil
NU Online · Selasa, 23 Juni 2009 | 03:08 WIB
Banyak hal yang lebih penting dibandingkan pemilu. Bagi bangsa Indonesia pemilu hanya merupakan perubahan nasib beberapa kelompok orang saja. Sedangkan ratusan juta rakyat Indonesia lainnya belum tentu ikut menikmati perbaikan kehidupan.
"Pemilu itu perkara kecil. Ada hal yang lebih penting daripada sekedar berebut kekuasaan, yakni terus berjayanya Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) di bumi Nusantara. Siapa pun yang nantinya memimpin negeri ini, terpenting adalah terus berkembangnya dakwah Islam Aswaja," kata Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH AN Nuril Huda, dalam pidatonya dihadapan ratusan dai dan daiyah dari seluruh Indonesia, di Jakarta, Senin malam (22/6).<>
Menurut Kiai Nuril -sapaan akrab KH Nuril Huda, bagi warga NU, ijtihad politik boleh bermacam-macam. Namun semuanya harus tetap menuju kepada satu muara, yakni kepentingan dakwah Islam. Karena politik merupakan salah satu alat dakwah. Bukan sebaliknya, dakwah dijadikan alat politik.
Lebih lanjut, Kiai Nuril menyatakan, Perbedaan partai dan dukungan politik di antara para kader dakwah NU bukanlah permasalahan yang mesti diperuncing. Karena partai politik hanyalah kendaraan saja, sementara rumah besar bersama bagi para dai dan daiyah Aswaja Nusantara adalah tetap NU.
"Para juru dakwah harus senantiasa mengkampanyekan pemilu damai. Karena yang terpenting bagi umat dan seluruh bangsa adalah mencari pemimpin yang memberikan kemaslahatan bersama. Baik kemaslahatan bagi para juru dakwahnya, umat Islam secara umum dan juga bagi seluruh bangsa," tanda Kiai Nuril. (min)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
3
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
4
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
5
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua