Para Tokoh Agama Serukan Pentingnya Peran Pancasila
NU Online · Kamis, 24 Agustus 2006 | 06:17 WIB
Jakarta, NU Online
Para tokoh dari berbagai agama di Indonesia menyerukan pentingnya peran ideologi Pancasila dalam membina kerukunan hidup bermasyarakat. Berbagai konflik suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang terjadi selama ini ditengarai sebagai dampak dari merosotnya penghayatan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat.
Hal tersebut menjadi pokok pikiran penting dalam Kongres I Pemuka Agama se-Indonesia yang diselenggarkan di Jakarta pada Selasa hingga Kamis, 22-24 Agustus 2006. Kongres bertajuk “Membangun Kerjasama, Mengatasi Berbagai Problema, Meningkatkan Kontribusi Umat Bagi Kemajuan Bangsa.”
Kongres diikuti 225 peserta, terdiri dari utusan provinsi, masing-masing 6 orang yang terdiri dari para wakil dari majelis-majelis agama tingkat pusat dan provinsi (MUI, PGI, KWI, PHDI, WALUBI, MATAKIN) atau ormas keagamaan dan kepala Kanwil Agama setempat. Menurut Menag, kongres tokoh agama itu akan dilakukan secara rutin setiap 3 tahun sekali.
Kongres I tokoh agama kali ini menghasilkan 3 rekomendasi. Pertama, negara diminta menjamin kebebasan beribadah dan mendorong peningkatan penghayatan serta pengamalan nilai agama yang dianut oleh masing-masing pemeluknya.
Kedua, perlu ada rencana aksi dari tindak lanjut kongres tokoh agama. Ketiga, memberdayakan forum kerukunan umat beragama (FKUB) dalam meningkatkan kesejahteraan dan kerukunan umat beragama.
"Yang terpenting adalah mengaktifkan forum kerukunan umat beragama di tingkat provinsi, dan para tokoh agama sudah bertemu dan membuat kesepakatan dalam kongres ini," kata Sekretaris Depag Bahrul Hayat yang mejadi Ketua Panitia Penyelenggara Kongres I Pemuka Agama se-Indonesia.
Diharapkan para forum di tingkat provinsi privinsi itu berlanjut sampai ke tingkat kabupaten dan seterusnya ke bawah. “Maka nanti secara otomatis gerakan kerukunan ini akan muncul dari majelis-majelis agama,” kata Bahrul. (nam)
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua