Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar buka puasa bersama fakir miskin dan anak jalanan di sekitar Salemba dan Kramat Raya Sabtu, (16/10). Acara buka bersama ini sudah berlangsung dari hari pertama puasa Ramadhan 1425 H. Tujuan acara ini untuk berbagi rezeki dan kasih sayang.
Menurut panitia kegiatan, Encep buka puasa ini sebagai bentuk kepedulian PBNU, khususnya kepada para fakir miskin dan anak jalanan untuk berbagi rizki di bulan yang penuh baroqah ini. Sebelum berbuka para fakir miskin, anak jalanan dan warga sekitar di berikan pengajian dan mentoring kepada mereka tentang ajaran keislaman yang dapat mengajak mereka mensyukuri nikmat Tuhan. "Pengajian yang diberikan tidak formal tapi lebih bernuansa partisipatoris dan bernuansa tanya jawab soal keislaman yang dipandu dari aktivis remaja IPPNU, IPNU, PMII dan LDNU," kata panitia yang juga pengelola gedung PBNU ini.
<>Kegiatan buka puasa ini kemudian dilanjutkan dengan sholat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah kemudian ditutup dengan ceramah. Menurut Encep, kegiatan ini adalah yang ketiga kali di gelar PBNU sejak gedung berdiri. "Ini memang merupakan kegiatan rutin hingga menjelang hari ke-17 Ramadhan," tambahnya.
Sementara itu koordinator dakwah, Syamsudin mengatakan acara ini juga sebagai rangkaian syi'ar ramadhan yang di gelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan bekerjasama dengan pengelola gedung. "Kegiatan pokok yang digelar adalah taraweh berjama'ah, tadarrus dan ceramah agama yang dipandu oleh para hafidz (orang yang hapal AL-Qur'an) PTIQ," ungkapnya.
Dihari kedua ini, berdasarkan pantauan NU Online, saat menjelang berbuka puasa puluhan remaja, orang tua dan anak jalanan sudah memadati ruang mushola An-Nahdliyah di lantai dasar gedung PBNU. Mereka nampak dalam suasana akrab dan riang, sambil menunggu berbuka ada sebagian yang taddarus dan sebagian yang sedang berbincang menanti saat-saat berbuka.
Mamat (15) mengaku senang bisa berbuka puasa bersama. Menurut anak yang sudah tiga tahun ditinggalkan kedua orang tuanya ini, saat berbuka bersama ini membuatnya ingat dengan keluarganya. "Saya sedih ingat bapak-ibu, tapi berkat wejangan kakak-kakak saya merasa memiliki harapan, karena merasa dihargai tidak seperti dijalanan," ungkap Andre yang sehari-hari ngamen di sekitar lampu merah Hotel Acacia. (cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua