Surabaya, NU Online
Kebakaran yang melanda Pasar Turi Surabaya pada Kamis hingga Sabtu (26-28/7) kemarin menyebabkan ribuan pedagang kehilangan mata pencaharian. Kerugian total diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun. Namun demikian para pedagang diminta tetap bertahan.
Penasehat Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI) Ir KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) minta pedagang Pasar Turi bersatu dalam menolak berbagai upaya yang semakin merugikan pedagang.
"Kita harus bersatu untuk menolak upaya apa pun<> yang menggusur pedagang dari Pasar Turi," ujar adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu di Surabaya, Ahad (5/8).
Di depan ratusan pedagang, pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang itu memberikan mengajak semua fihak memberikan dukungan kepada para pedagang, terkait pembangunan kembali pasar yang telah ludes terbakar. Dirinya mengharapkan pedagang untuk bertanya kepada ITS tentang layak-tidaknya Pasar Turi dibangun kembali.
"Kalau secara konstruksi masih layak, kalian mempunyai hak untuk bersama-sama Pemkot Surabaya memperbaiki bangunan Pasar Turi yang terbakar," tegasnya.
Didampingi Ketua FOPPI Sujianto ia menegaskan, bila bangunan Pasar Turi dinyatakan sudah tak layak diperbaiki dan harus dibangun kembali, maka pedagang harus terlibat.
"Kalau Pemkot Surabaya ingin membangun kembali, pedagang harus terlibat, agar bangunan yang didirikan dapat terjangkau atau dibeli kembali oleh pedagang," tegasnya.
Oleh karena itu, kata mantan anggota Komnas HAM itu, investor jangan dilibatkan, karena keterlibatan investor akan membuat harga stand menjadi mahal dan pedagang pun akan tergusur.
"Saya pikir, Pemkot Surabaya dapat membangun Pasar Turi yang terjangkau dengan melibatkan pedagang dan perbankan. Investor jangan ikut-ikutan," ucapnya.(ant/han)
Terpopuler
1
Hukum Suami Memanggil Istri dengan Sebutan Mamah atau Ummi
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
4
Presiden Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT Ke-18 BRICS
5
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
6
BGN Sebut 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG
Terkini
Lihat Semua