Pelajar Indonesia di Malaysia Luncurkan Gerakan “Berdua Berbatik”
NU Online · Jumat, 18 September 2009 | 18:28 WIB
Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia meluncurkan gerakan "Berdua Berbatik" singkatan dari Bersama Dua Oktober Berbatik untuk menunjang kebijakan pemerintah menggunakan baju batik pada 2 Oktober 2009 saat UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia di Abu Dhabi.
PPI mengajak masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga dan menghargai budaya bangsa Indonesia sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintah untuk menjaga dan melestarikan salah satu budaya bangsa Indonesia.<>
"PPI juga mengimbau masyarakat agar bisa bersama-sama menggunakan batik pada hari tersebut, terutama pada tanggal 2 Oktober," kata Ketua PPI Malaysia Abdullah Abbas dalam rilis pers, Jumat (18/9).
Seperti diberitakan, Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.
Untuk merayakan keberhasilan itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenakan pakaian batik demi penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia tersebut. (sam)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
6
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua