Jakarta, NU Online
Rencana pemerintah mengimpor berasĀ dengan alasan untukĀ memperkuat stok beras nasional yang menipis terus dihujani kritik. Pemerintah dinilai hanya mencari kemudahan dengan mengorbankan sekian banyak petani.
āAlasan impor itu sudah jelas karena beras impor itu lebih mudah, tinggal tandatangan beras sudah di gudang,ā kata Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Benny Pasaribu dalam satu diskusi di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/8).
<>āYa, impor beras itu jalur yang praktis dan pragmatis. Kalau mengambil beras dari Kalimantan kan pakai ke sawah dulu kena Lumpur lagi, lalu masih cari karung. Artinya, pemerintah sebenarnya tidak mau ribet," kata Benny.Ā
Dikatakannya, impor beras menunjukkan bahwa pemerintah sebenarnya tidak mempunyai komitmen sama sekali untuk mengembangkan pertanian di Indonesia.
āKita hanya bisa katakan bahwa pertanian kalau ga dibela pasti akan habis. Sekarang ini SDM petani sudah semakin berkurang. Banyak petani yang berusia 50 tahunan. Nanti bisa-bisa yang berusia di atas 50 tahun bisa 90 persen. Sementara itu pendidikan dan pelatihan tidak ada,ā kata Benny.
Bagi pemerintah pertanian dianggap tidak menarik, karena pemerintah ingin langsung melompat ke sektor industri. Sementara itu pertanian juga tidak membanggakan anak bangsa karena identik dengan kekumuhan dan kemiskinan.
āBukan berarti menyarankan para petani kita memakai dasi. Yang saya maksud, kalau pertanian kita bagus dan diperioritaskan otomatis sektor industri juga akanĀ jalan,ā kata Benny. (nam)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua