Seorang jurnalis harian Aceh yang meliput di wilayah Kabupaten Simelue harus menerima tindakan tidak profesional, bahkan mengarah kepada premanisme. Ahmadi, wartawan Harian Aceh yang meliput di wilayah Kabupaten Simelue dipukul dan diancam oleh seorang oknum perwira TNI Kodim 0115 Simelue.
Sekolah Perdamaian & Demokrasi (SPD) Aceh mengecam tindakan yang dilakukan oleh oknum TNI tersebut. Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh oknum TNI terhadap jurnalis tersebut dinilai dapat mencoreng perjalanan perdamaian Aceh dan mengancam nilai-nilai demokrasi.
/> "Kami mengecam keras pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum perwira TNI Kodim 0115 Simelue atas jurnalis Harian Aceh, Ahmadi," kata Direktur Eksekutif Sekolah Perdamaian dan Demokrasi Aceh OKI R Tiba dalam rilis-nya, Sabtu (22/5).
OKi juga meminta kepada TNI dalam Hal ini Kodam Iskandar Muda serius menangani aksi kekerasan itu, dan memandangnya sebagai upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagai mana diatur dalam Undang-undang
"Mengibau aparat keamanan untuk memahami kerja jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi, yang sejatinya merupakan perwujudan dari pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh informasi sesuai Undang-undang no.4 tahun 1999 tentang Pers," tuturnya.
Dia juga mendukung sepenuhnya Harian Aceh untuk melaporkan hal tersebut ke pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada media massa cetak maupun elektronik di Aceh. (ful)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
5
Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah
6
Krisis Kemanusiaan di Balik Kekerasan Lembaga Pendidikan Agama
Terkini
Lihat Semua