Pengamat: Tidak Masalah Wakabin jadi Pengurus NU
NU Online · Selasa, 20 April 2010 | 05:15 WIB
Pengamat intelijen Wawan H Purwanto menilai masuknya Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali dalam jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak menjadi persoalan.
"Orang NU itu bisa di mana saja, di partai politik, pemerintahan, atau di lini yang lain. Lagi pula setelah kembali ke khittah NU tidak lagi berpolitik (praktis)," kata Wawan saat dihubungi di Jakarta, Senin (19/4).<>
Terkait adanya kekhawatiran NU bakal terkooptasi kekuasaan dengan masuknya As'ad, dosen luar biasa Institut Intelijen Negara (IIN) itu tak sependapat.
"Kita tidak bisa serta merta menilai ada kooptasi di NU.Kekhawatiran adanya kooptasi itu pandangan sepihak, tetapi sah-sah saja di alam demokrasi," kata Wawan.
Namun, ia sendiri berkeyakinan As'ad tidak membawa agenda institusinya, apalagi agenda penguasa, karena di BIN As'ad merupakan pejabat karir, bukan politis. Lagipula masa perpanjangan pensiun As'ad akan berakhir Mei 2010.
Menurutnya, dalam memilih orang untuk menjadi pengurus, NU tentu sudah melakukan pertimbangan secara matang. Bahwa ada pro-kontra adalah hal yang wajar. Terpilihnya kembali KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai ketua umum PBNU setelah menang tipis dari Abu Hasan dalam muktamar di Cipasung pada 1994 pun tak lepas dari pro-kontra.
"Secara prinsip kita hormati keputusan NU memilih siapa saja yang dianggap layak," katanya.
Sebelumnya, saat mengumumkan susunan PBNU periode 2010-2015, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj juga menampik adanya intervensi.
Masuknya As'ad sebagai wakil ketua umum, menurut Said Aqil, karena memang NU membutuhkan As'ad yang dinilai memiliki pengalaman dan hubungan yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kapabilitas beliau (As'ad, Red) yang kita harapkan," kata Said Aqil. (min)
Terpopuler
1
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
2
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
5
Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
6
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman 10 Dinten Terakhir Wulan Ramadhan lan Mapag Lailatul Qadar
Terkini
Lihat Semua