Kuala Lumpur, NU Online
Pelantikan Pengurus Cabang Istimewa NU Malaysia periode 2005- 2008 kali ini agak istimewa. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi beserta rombongan turut menghadiri acara pelantikan yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Februari 2006 di Lapangan Sungai Buluh Selangor.
Rombongan dari PBNU yang turut pergi ke Malaysia adalah HM Rozy Munir (ketua), H. Ahmad Bagdja (ketua), Abdullah Mahrus (bendahara), Bambang Adyaksa (wakil bendahara), Ny Mahfudhoh Ubaid (PP Muslimat), Yana Latifah (PP Fatayat), Mujtahidur Ridho (ketua umum IPNU), dan Siti Soraya Devi (ketua umum IPPNU).
<>Pelantikan dipimpin oleh H. Ahmad Bagdja dan penceramah oleh KH Hasyim Muzadi. Terdapat sekitar 800 jamaah yang hadir, termasuk para ulama dari desa Kubu Gajah dan Payajaras seperti H. Zainuddin bin Sidi Mentari, Ustadz H. Mahmud, dan lainnya.
Dalam pidatonya, KH Hasyim Muzadi mengingatkan kewajiban warga NU di Malaysia agar NU selalu meningkatkan solidaritas warga, menjaga tradisi NU dalam beraswaja, senantiasa memahami kewajiban bangsa Indonesia yang akan kembali ke Indonesia dengan tetap pada aturan negara dimana mereka bekerja atau merantau, taat pada aturan hukum dan perundangan negara tempat mencari rizki.
āWarga NU di negara lain tak boleh ikut kegiatan politik dan tak menyakitkan negara tersebut, cari kerja yang berkah dengan niat untuk ibadah,ā tandas Hasyim.
Dalam periode kepengurusan 2005-2008 tersebut, jajaran rais syuriyah dipimpin oleh Dr. H. AnisĀ Malik Thoha, MA dengan Katib H. Amin Fadillah, MA. Sementara itu Ketua Tanfidziyah dipegang oleh Drs. H. Achmad Muāidi Rofiāi dengan sekretaris H. Jazilus Sakhok, MA
Sebagai rangkain dari acara pelantikan, PCI NU Malaysia juga menggelar seminar āIslam Nusantara : Membangun Perabadan Islam Masa Depanā KH Hasyim Muzadi yang juga sebagai salah satu narasumber berbicara dengan tema āBerpijak pada Tradisi Mengetengahkan Islam sebagai Rahmatan lil Alamin.
Dua pembicara dari Malaysia adalah Prof. Dr. Utsman Bakar dengan topik Kosmopolitanisme Islam : Mengagas Paradigma Baru Islam Kontemporer dan Prof. Dr. Dato Shidiq Fadzil dengan topik Gerakan Fundamentalisme dan Moderatisme Islam di Nusantara.
Selama di Malaysia KH Hasyim Muzadi sempat bertemu secara informal dengan PM Abdullah Badawi sedangkan HM Rozy Munir, Abdullah Mahrus, dan Bambang Adyaksa bertemu dengan Ketua Kamar Dagang dan Industri Malaysia Syed Ali di kediamannya di kawasan perumahan Syah Alam.
Acara lainnya yang dilakukan selama di Malaysia adalah kunjungan ke berbagai basis pemukiman warga nahdliyin di sekitar Kuala Lumpur. Sebelum meninggalkan Malaysia, rombongan PBNU juga diundang dan dijamu oleh Dubes RI KPH Jenderal Polisi Rusdiharjo di KBRI Malaysia.(rm/mkf)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
3
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
6
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
Terkini
Lihat Semua