Warta

Perlu Perhatian Pemerintah, Banyak Madrasah Dipakai PAUD

NU Online  ·  Rabu, 17 Juni 2009 | 05:10 WIB

Brebes, NU Online
Hampir di semua desa dan kelurahan, kini telah tumbuh dengan subur jenis pendidikan Non Formal berupa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tapi keberadaannya, belum mendapatkan perhatian yang maksimal dari pemerintah. Terbukti seluruh PAUD yang di ada di Kecamatan Brebes misalnya, belum memiliki tempat belajar sendiri.

“PAUD kini berkembang cukup pesat, tapi sayangnya belum mendapat fasilitas yang layak,” ujar Penilik Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal (FNI) Cabang Dinas Pendidikan Kec. Brebes Romani, S.Pd. disela-sela menghadiri pelepasan peserta didik PAUD Hikmah Desa Kedunguter Kec. Brebes Selasa (16/6).<>

Menurut Romani, dari 31 PAUD yang ada di Kecamatan Brebes tidak ada yang menempati gedung sendiri. Akibat tidak memiliki gedung sendiri, maka tempat belajarnya meminjam tempat di Sekolah Madrasah Diniyah, Balai Desa bahkan rumah warga. “Mayoritas meminjam Madrasah. Karena Madrasah paginya tidak digunakan maka lebih baik dimanfaatkan untuk PAUD,” ujarnya.

Seperti yang dialami PAUD Hikmah Desa Kedunguter, karena tidak memiliki gedung sendiri, maka menempati rumah warga. Kebetulan, penyelenggaranya sangat peduli pendidikan sehingga merelakan rumahnya dijadikan tempat belajar anak-anak usia 3-5 tahun itu.

Untuk itu, Romani berharap, pemerintah dalam waktu dekat bisa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan PAUD. Pasalnya, tempat-tempat yang digunakan tersebut tidak bisa selamanya. Sedangkan proses pembelajaran akan terus berlangsung sepanjang tahun. Apalagi, animo orang tua untuk menyekolahkan anaknya di PAUD makin besar.

“PAUD itu, sebenarnya pendidikan keemasan. Karena pada usia tersebut sangat mudah untuk menanamkan kecerdasan emosional maupun intelektualnya,” papar Romani.

Ketua penyelenggara PAUD Hikmah Desa Kedunguter Suradi, S.Pd. mengaku sangat prihatin dengan kondisi anak-anak didaerahnya yang tidak tersentuh pendidikan dini. “Disini tidak ada TK, sehingga berupaya mendiriikan PAUD dan kami relakan rumah saya untuk belajar anak-anak,” tuturnya dengan bangga.

PAUD yang berdiri tahun pelajaran 2008/2009 ini, lanjut Suradi, telah mampu menampung 60 siswa. “Hari ini, yang diwisuda 30 anak,” paparnya.

Dalam acara yang digelar di halaman rumah Suradi yang juga tempat PAUD itu, sangat meriah. Ratusan ibu-ibu dan anak-anak dengan wajah sumringah menyaksikan acara langka tersebut. Ada juga terlihat ibu-ibu yang meneteskan air mata haru melihat anaknya menampilkan bacaan Pancasila dan Rukun Islam.

Keharuan itu, sangat dirasakan para orang tua sejak melihat 30 anak yang 'diwisuda' guna menerima sertifikat PAUD dari Penilik FNI Kec. Brebes. Dengan memakai toga, mereka berbangga ria.  Usai diwisuda, mereka menampilkan berbagai atraksi dan kreasi yang telah didapatkan selama mengenyam pendidikan di PAUD. “Kami sangat haru,” ujar orang tua peserta PAUD Barokah sembari tersenyum bangga. (was)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang