Pertama Kali Makanan Halal Diiklankan TV Perancis
NU Online · Senin, 7 September 2009 | 22:06 WIB
Untuk pertama kalinya, makanan halal beriklan di saluran televisi swasta yang paling banyak ditonton di Perancis. Hal ini membuktikan semakin kuatnya daya beli umat Islam di negeri ini.
''Meskipun orang-orang berpuasa pada siang hari, umat Islam cenderung untuk makan lebih banyak dan lebih baik selama bulan Ramadhan ini, yang mana secara tradisional merupakan periode puncak kegiatan konsumen,'' kata Abbas Bendali, direktur Conseil Solis yang juga konsultan pemasaran etnis di Paris.<>
Pemilik Panzani, yang berbasis di Lyon dengan merek dagang "Zakia Halal" telah menggelontorkan 430 ribu dolar AS untuk mempromosikan makanan halal ke pasaran secara massif, lewat saluran televisi swasta terbesar di Perancis.
Promosi iklan ini dimulai sejak tanggal 17 Agustus lalu, beberapa hari sebelum masuknya bulan suci Ramadhan. Saat-saat di mana sebuah jajak pendapat mengatakan, 70 persen dari umat Islam di Perancis yang diperkirakan berjumlah 7 juta akan melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan tahun ini.
''Zakia memilih waktu yang tepat karena masyarakat cenderung melihat waktu di bulan Ramadhan sangat singkat, dan akan menggunakan waktu untuk mempersiapkan sajian makanan dengan makanan segar untuk dimakan,'' terang Bendali sebagaimana dilansir situs Islam Online.
Dalam iklan tersebut, ditampilkan sepasang anak muda Muslim yang sedang berbelanja di sebuah supermarket yang sedang mempromosikan daging halal, termasuk lasagna, ravioli, paela, daging sapi, bourguignon, dan kue pai dari daging domba. (min)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua