Sejak Indonesia merdeka, keberadaan pondok pesantren tidak pernah diakui secara resmi oleh pemerintah. Tidak ada satu pun undang undang yang mengakui keberadaan pesantren.
Demikian sejarawan Agus Sunyoto saat memberikan materi dalam acara Silaturrahim dan Lokakarya dengan Organisasi-organisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaāah se-Indonesia bertema āMenggagas Masa Depan Islam Nusantaraā di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (24/1).<>
āKarena itu pesantren tidak mungkin dapat dana pendidikan kecuali didirikan sekolah di situ, minimal madrasah atau schooling system yang diberi nama Islam. Kalau pesantren saja tidak dapat karena tidak diakui,ā katanya.
Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Global di Malang Jawa Timur itu, pesantren adalah salah satu bagian yang mempunyai identitas tersendiri. Pesantren masih punya huruf sendiri yang disebut huruf jawi pegon, juga punya sistem penanggalan tersendiri.
āMakanya saya dan temen-temen mendirikan āpesantren globalā, tidak sekolah karena pesantrenlah yang masih mepunyai identitas. Kita bikin hal baru dengan tetap mempunyai identitas tapi tidak ketinggalan jaman, makanya memakai istilah global itu,ā kata Agus Sunyoto.
Kepada para pemimpin organisasi Al Washliyah, Tarbiyah Islamiyah, Al Khairaat, Mathla'ul Anwar, Nahdlatul Ulama, Darud Dakwah wal Irsyad, dan Nahdlatul Wathan, Agus Sunyoto menyampaikan, Indonesia saat ini sudah kehilangan identitas.
Menurutnya semua hal yang ditampilkan di Indonesia, terutama dalam institusi pendidikan adalah kebudayaan Barat. Padahal bangsa Indonesia tidak pernah bisa seperti Barat.
āKita ini mengalami apa yang dalam istilah sosiologi disebut anomi. Dengan berkembangan sekolah yang diakui pemerintah itu lihat saja hurufnya Eropa, satuan, angka, kalender, teori sosial, dan sistem pemerintahan, seluruhnya Barat,ā katanya.
Agus Sunyoto mengungkapkan, pada saat Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat dan Jepang menyerah tanpa syarat, Kaisar Jepang hanya meminta satu hal, yakni diizinkan menjalankan kebudayaan Jepang.
āKebudaan Jepang itulah yang dipakai untuk membangun kembali Jepang sampai sekarang. Siapa yang tidak kenal produk budaya jepang. Anak-anak kita semua kenal sama Doraemon, Ultramen, Kura-kura Ninja, dan Sinchan,ā katanya. (nam)
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua