Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diberitakan telah bergabung dengan koalisi besar, ternyta masih menyisakan keragu-raguan. Hingga siang ini, Jumat (1/5), kesepakatan koalisi besar Blok Teuku Umar belum ditandatangani.
"Tapi sampai saat ini kan belum jelas apakah enam parpol itu semuanya bergabung atau tidak. PAN saja baru besok ada keputusannya. Masalahnya, kalau hanya lima parpol yang bergabung, kita jadi ragu akan ide koalisi mayoritas di parlemen itu akan kuat," papar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Muhammad Rumahurmuzy.<>
Wasekjen juga menyatakan, ide koalisi besar itu sebenarnya guna membentuk kekuatan mayoritas di parlemen. Dengan bergabungnya enam parpol, Golkar, PDIP, Hanura, Gerindra, PPP, dan PAN, maka koalisi mayoritas itu akan terbentuk.
Menurutnya, sampai saat ini PPP masih menunggu informasi terakhir soal parpol apa saja yang sudah sepakat untuk bergabung. Hampir dipastikan, bila PAN ternyata tidak bergabung ke Teuku Umar, maka PPP akan memilih Demokrat sebagai partner koalisinya.
"Ada sebuah kemajuan politik dengan adanya keinginan membentuk koalisi mayoritas itu. Dengan koalisi mayoritas, kalah ataupun menang tidak masalah," tandasnya. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Innalillahi, Ketua PWNU Jawa Tengah 2003-2013 KH Muhammad Adnan Wafat
Terkini
Lihat Semua