Problem Kebangsaan Akibat Empat Pilar Diabaikan
NU Online · Sabtu, 25 September 2010 | 06:23 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak pemerintah memperteguh komitmen terhadap Pancasila,UUD 1945, NKRI, dan kebhinnekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, problem kebangsaan yang dihadapi Indonesia saat ini disinyalir muncul akibat keempat pilar utama bangsa Indonesia tersebut tak lagi diamalkan.
"Aktivitas kebangsaan di bidang sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan kita ukur dengan empat acuan itu. Jika salah satunya diabaikan, maka muncullah problem dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj ketika berpidato dalam acara silaturahim dan halal bihalal PBNU, di Jakarta, Jum'at (25/9) malam.<>
Lebih lanjut Kiai Said -sapaan akrab KH Said Aqil Siradj- menjelaskan, politik dan demokrasi di Tanah Air mengabaikan musyawarah. Demokrasi lebih mengutamakan voting dan meninggalkan sistem perwakilan serta mengganti pemilihan langsung tanpa batas dengan sistem multipartai yang rapuh.
"Padahal, mekanisme voting hanya mengenal menang dan kalah. Akibatnya,konflik dan kekisruhan kerap menyertai kegiatan politik sekarang," tandas Kiai Said. (min)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Khutbah Jumat: Hikmah Zakat Fitrah, Menyucikan Jiwa dan Menyempurnakan Ibadah
6
Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan, Berikut 3 Niat Itikaf di Masjid
Terkini
Lihat Semua