Warta

Puluhan Ribu Anak Ditelantarkan

NU Online  ·  Ahad, 25 Mei 2008 | 22:26 WIB

Sydney, NU Online
Meski Australia tak termasuk negara miskin, anak-anak yang hidup di negeri itu tak selalu bernasib baik. Bahkan, pemerintah Negeri Kanguru tersebut menyatakan, sekitar 60.000 anak mengalami kekerasan, disia-siakan, atau menghadapi risiko ditelantarkan. Jumlah itu meningkat 45 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

"Saat ini jumlah anak yang mengalami kekerasan dan disia-siakan masih di bawah 60.000. Tapi, angkanya terus bertambah," kata Menteri Kesejahteraan Keluarga Jenny Macklin kepada Nine Network. Dia menambahkan, hal tersebut telah menjadi masalah nasional.<>

Untuk mengatasi itu, pemerintah Australia menerbitkan angket tentang kerangka perlindungan anak nasional. Melalui angket itu ditemukan, jumlah anak yang mengalami kekerasan dan disia-siakan naik dari 40.416 pada 2002-2003 menjadi 58.563 pada 2006-2007.

Jenny mengatakan, tidak jelas mengapa jumlah anak yang ditelantarkan terus meningkat di Australia. Pengabaian anak itu diduga berkaitan dengan alkohol, obat terlarang, gangguan jiwa, atau kemiskinan. "Itu sebabnya, kita harus meningkatkan kerangka nasional untuk lebih memahami mengapa jumlah anak yang mengalami kekerasan dan disia-siakan meningkat begitu cepat. Dengan begitu, kita tahu apa yang bisa kita lakukan," ujarnya.

Peningkatan jumlah anak yang mengalami kekerasan dan disia-siakan tersebut, lanjut dia, membuat badan perlindungan anak menghadapi tekanan besar. Saat ini pemerintah sedang fokus pada kualitas perawatan atas 28.000 anak yatim piatu di rumah orang tua angkat mereka.

"Pemerintah kekurangan tenaga pengawas untuk memantau keluarga angkat. Kita perlu mengawasi kemungkinan anak-anak yatim piatu tidak diurus dengan layak di rumah keluarga angkat mereka," katanya. (afp/jp/dar)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang