PWNU DKI Jakarta Adakan Pendidikan Kader NU Tingkat Ranting
NU Online Ā· Sabtu, 19 Maret 2005 | 04:02 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Prop. DKI Jakarta mengadakan pendidikan kader ranting di lima cabang NU DKI Jakarta yang terdiri dari 264 kelurahan. Pelaksanaannya dilaksanakan percabang dan secara estafet mulai dari Cabang Jakarta Timur pada tanggal 19, 20 Maret 2005 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur dengan jumlah peserta dari 64 Kelurahan. Selanjutnya cabang-cabang lainnya akan menyusul.
Pelatihan ini dilakukan karena melihat jauhnya pemahaman tentang ke-NU-an khusus generasi anak-anak muda NU sekarang telah menjadi perhatian pengurus NU DKI Jakarta melihat potensi ke depan sebagai estafet penerima kepemimpinan,
<>Mereka yang mengikuti pendidikan kader tersebut telah diseleksi secara ketat untuk mendapatkan hasil maksimal karena akan menjadi cikal bakal dan embrio pembentukan kepengurusan NU di tingkat Ranting Kelurahan masing-masing peserta yang bersangkutan.
Materi yang akan disampaikan meliputi tentang ke-NU-an, kepemimpinan dan lain-lainya. Beberapa fasilitator yang telah menyatakan kesiapannya adalah KH. Masdar F. Masāudi, Gus Wahid dan beberapa Kyai di DKI Jakarta.
Menurut salah satu panitia pendidikan kader ranting sudah mendesak untuk dilaksanakan dan harus lebih terarah karena untuk peningkatan sumber daya manusia ditingkat grass root NU juga sebagai upaya penataan organisasi institusional building) NU di DKI Jakarta.
Pada tahun 2005 ini, diharapkan sudah terbentuk kepengurusan NU DKI Jakarta sampai tingkat ranting. Penataan kelembagaan mulai dari bawah tersebut sebagai pembinaan bottom up dalam menciptakan kemandirian organisasi.
Penataan organisasi dimulai dari akar rumput merupakan langkah strataegi organisasi untuk tetap menghidupkan NU di tingkat ranting dengan menanamkan ajaran ahli sunnah wal jamaāah yang telah menjadi prilaku ibadah keseharian di DKI Jakarta khususnya orang-orang Betawi.
Penataan organisasi dengan membentengi untuk mempertahankan nilai-nilai Islam ahlus sunnah waljamaah tersebut mendesak. Terdapat indikasi kader-kader NU di DKI Jakarta lambat laun meninggalkan tradisi pendahulunya karena dianggap tidak lagi mengikuti perkembangan zaman.
Kontributor : Faizin
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
2
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
6
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
Terkini
Lihat Semua