Rais Aam PBNU Minta Yudhoyono Tingkatkan Pendidikan Pesantren
NU Online · Rabu, 10 Juni 2009 | 01:47 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Sahal Mahfudz, meminta capres Susilo Bambang Yudhoyono, agar meningkatkan kualitas pendidikan pesantren jika ia kelak terpilih kembali sebagai presiden.
Kiai Sahal—begitu panggilan akrabnya—mengatakan hal tersebut dalam sambutannya pada acara silaturahmi Susilo Bambang Yudhoyono dengan 5.000 kiai se Jawa Tengah, di Pati, Jawa Tengah, Selasa (9/6).<>
Menurut Kiai Sahal, peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan pesantren, akan mampu mengejar ketertinggalan Indonesia selama ini dengan bangsa-bangsa lain.
"Pemerintah harus melanjutkan program-program pendidikan, di samping itu harus tetap mengelola perbedaan sebagaimana Hadis Nabi: al ikhtilafu rahmah lil'alamin (perbedaan adalah rahmat bagi semesta alam)," kata Kiai Sahal, dikutip dari Detik.com.
Menanggapi hal itu, Yudhoyono mengatakan, semua kekuatan yang ada di masyarakat harus bekerja sama membangun negeri, termasuk menjaga hubungan baik antara umaro dan ulama. Jika kedua kekuatan ini bersatu, program membangun negeri akan semakin mudah dilakukan.
"Hubungan ulama dan umaro harus sinergis. Ulama adalah tiang umat, umaro adalah tiang negara. Umat-ulama dan umaro harus bersatu," paparnya.
SBY juga menyinggung perlunya pengembangan pesantren agar kualitas pendidikannya setara dengan pendidikan lainnya. Peradaban suatu bangsa, katanya, akan berkembang dengan baik jika dilakukan melalui pendidikan.
"Peradaban bangsa yang unggul dan mulia bisa melalui peran pendidikan. Peradaban bangsa erat dengan pendidikan keagamaan. Kita akan mengawal pendidikan pesantren supaya seimbang dengan pendidikan umum," paparnya. (rif)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua