Alat musik rebana buatan warga kabupaten Jepara yang pusatnya berada di desa Pecangaan Kulon maupun Troso, kecamatan Pecangaan laku dipasarkan di luar negeri. Beberapa negara tersebut diantaranya Yaman, Syria dan Brunei Darussalam.
Selain di luar negeri kerajinan yang terbuat dari kayu mahoni dan nangka tersebut juga laris di Jepara. Apalagi sejak 2004 silam rebana Ahbabul Mustofa telah dipopulerkan Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dari Solo, kata Nuruddin, perajin rebana asal desa Pecangaan Kulon, kecamatan Pecangaan saat ditemui NU Online, Sabtu (30/4) kemarin.
/>
Menurutnya, saat dikenalkan Habib Syekh selain di Jepara, waktu itu hingga saat ini juga tenar di Kudus maupun Yogyakarta. “Sejak 2004 hingga sekarang banyak yang memesan rebana dari sini. Karena di Jepara pusatnya ya disini Pecangaan Kulon dan Troso,” katanya.
Nuruddin yang merupakan cucu menantu Muhsin, perajin yang sejak tahun 1960-an memulai usahanya tersebut mengaku sebelum diakui oleh masyarakat, pemasarannya melalui keliling. “Tetapi sekarang pemasarannya sudah menyebar di seluruh Nusantara,” akunya.
Berkenaan dengan harga ia menambahkan nominalnya beragam untuk diameter berukuran 30-33 cm harganya mulai Rp.75.000,- hingga Rp.1.000.000,-. Harga tersebut diberikan sama baik untuk pelanggan tetap maupun pembeli yang baru. (qim)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua