Redam Isu Santet, Polres Pasuruan Gelar Pengobatan Massal
NU Online · Kamis, 17 November 2011 | 09:33 WIB
Pasuruan, NU Online
Guna meredam maraknya isu santet, Polres Pasuruan menggelar pengobatan massal, di Balai Desa Curah Dukuh, Kecamatan Kraton, Kamis (17/11). Acara ini pun berlangsung sukses, karena masyarakat sangat antusias mengikuti pengobatan massal tersebut.<>
Untuk menangani ratusan pasien yang antre datang untuk berobat, 3 orang dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan dan 10 petugas paramedis pun terpaksa dikerahkan. Selain dihadiri oleh warga setempat, bakti sosial itu juga diikuti ratusan warga dari desa tetangga, yakni Desa Selo Tambak.
"Acara ini digelar, selain dengan tujuan untuk membantu kesulitan masyarakat. Juga, agar polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan ini, juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa timbulnya penyakit bukan karena santet," kata AKP Bambang HS, Kasubag Humas Polres Pasuruan.
Dari hasil pemeriksaan medis, lanjutnya, rata-rata warga menderita penyakit pegal linu, kurang darah. Tak hanya itu, ada pula warga yang mengidap sakit liver dan 10 orang lainnya menderita katarak. Melihat fakta seperti ini, Kapolres Pasuruan AKBP Agung Yudha Wibowo menghibau agar warga cepat berobat, ketika sakit.
"Untuk itu, apabila ada masyarakat yang menderita sakit terutama sakit perut atau liver, segera periksa kan ke puskesmas terdekat. Ini dengan harapan agar tidak timbul anggapan negatif dan berdampak pada main hakim sendiri. Sebab main hakim sendiri adalah perbuatan melawan hukum," imbuhnya seperti dilansir situs beritajatim.
Pengobatan massal untuk meredam isu santet ini merupakan kegiatan ke-4 kalinya yang dilakukan Polres Pasuruan. Sebelum digelar di wilayah Kraton, pengobatan massal juga sempat digelar di wilayah Kecamatan Lekok dan Pasrepan.Â
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua