Santri Al Falah Bantu Korban Merapi
NU Online · Jumat, 19 November 2010 | 03:30 WIB
Keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menggalang dana untuk para korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat Banjarbaru dan para santri dari semua jenjang pendidikan (Mts, MA, dan perguruan tinggi) berhasil mengumpulkan dana Rp 10.311.100. dana tersebut dikumpulkan dari tanggal 10-15 November 2010.
Demikian dikatakan koordinator aksi sosial Al-Falah, Abdul Khair, seusai penghitungaan hasil sumbangan di di kampus STAI Al-Falah, Kamis (18/11). “Penggalangan dana ini merupakan sedikit bentuk rasa solidaritas dan kepedulian santri Al-Falah kepada para korban bencana di Indonesia,” kata Abdul Khair yang juga mahasiswa STAI Al-Falah.<>
“Kami merasa terpanggil buat turun ke jalan mengetuk hati masyarakat Banjarbaru untuk memberi bantuan kepada korban Merapi dan Mentawai,” tambahnya. Dia menjelaskan penggalangan dana untuk korban bencana yang memakan waktu selama lima hari ini digagas oleh para mahasiswa STAI Al-Falah Banjarbaru.
“Kami menyaalurkan lewat Rekening Satu untuk Negeri yang difasilitasi RCTI,” tutur Fahriadi, rekan Abdul Khoir di STAI Al-Falah. “Lewat jaringan para santri yang kuliah di STAI Al-Falah dan dukungan para uztadz kami melakukan pengumpulan dana di dalam asrama Al-Falah Putera dan Puteri,” lanjut Fahriadi.
Penggalangan dana untuk korban letusan Gunung merapi bukanlah yang pertama dilakukan oleh para santri di pondok pesantren yang alamat di jalan A. Yani Km. 23 Landasan Ulin Tengah Liang Anggang Banjarbaru Kalimantan Selatan ini.
“Ini adalah kegiatan kami yang kesekian kalinya, setelah yang ke Padang (Sumatera Barat), Sumatera Utara, dan ke Wasior (Papua)”, kata Siti, santri putri yang juga mahasiswa.
“Dari santri yang berjumlah lebih dari 2500 orang, bantuan ini hanyalah ikhtiar kecil dari santri Al-Falah untuk aksi kemanusiaan, semoga saja bermanfaat bagi mereka,” pungkas Abdul Khair. (xbl/hh)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua