Sejak Zaman Kerajaan, Umat Islam Bali Junjung Toleransi Beragama
NU Online · Rabu, 31 Agustus 2011 | 13:26 WIB
Denpasar, NU Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, KH Taufiq As'Adi, mengharapkan umat Muslim harus mampu menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama sehingga tercapai kedamaian dunia.<>
Dalam kotbahnya pada shalat Idul Fitri 1 Syawal 1432-H di Gelanggang Olahraga (GOR) Ngurah Rai Denpasar, Rabu (31/8), yang dihadiri ribuan umat Islam itu.
Menurut Taufiq, asa persaudaraan antarumat beragama harus ditumbuhkan dari masing-masing individu yang mengacu pada ajaran Al-Qur'an. "Selaku umat yang percaya dengan kebesaran Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, umat Islam hendaknya harus patuh dan mengikuti ajaran yang telah tersurat dalam kitab suci tersebut," katanya.
Ia mengatakan, selaku umat Muslim menjalankan ajaran dan perintah Tuhan dengan melakukan shalat lima waktu adalah dasar utama menjalankan ajaran Islam. Menurutnya, kerukunan umat beragama di Bali sudah terjalin sejak zaman kerajaan dan bersatu mengusir penjajah.
"Perbedaan dalam penganut kepercayaan hendaknya disikapi secara bijaksana karena semua ajaran agama mengajarkan umatnya agar berbuat baik dan menjauhkan dari segala kebencian," ujarnya.
Maka dari itu, kata Taufiq, sebagai umat Muslim pada hari yang Fitri ini harus mampu introspeksi diri dan saling bersilaturahim untuk menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan aktivitas ke depan.
Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber : Antara
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua