Jember, NU Online
Mustasyar PBNU, KH Muchit Muzadi, memanfaatkan bulan Ramadhan untuk “istirahat” dari kegiatan rutinnya di Malang. Selama sebulan penuh, Mbah Muchit –sapaan akrabnya— mengaku ingian menikmati bulan Ramadhan di Jember.
Selain untuk istirahat, ia ingin menjaga kesehatnanya, apalagi sekitar sebulan lalu ia baru kelaur dari rumah sakit. “Saya di Jember sampai lebaran,” ujar Mbah Muchit sambil terbaring di rumahnya Jl. Kalimantan, Jember kepada NU Online, kemarin (17/8).
<>
Seperti diketahui, meski sudah berusia senja, namun Mbah Muchit nyaris tak pernah absen dari kegiatan, baik memenuhi undangan ceramah atau sekedar menghadiri acara. Yang rutin, setiap Kamis Mbah Muchit mengajar kitab “Taqrib” di Malang, sehingga ia harus bolak-balik Jember-Malang. “Terkadang saya libur ngajar di Malang,” ucapnya.
Mbah Muchit mengaku senang mengajar karena selain menambah sekaligus membagikan ilmu, juga menjadi sarana pengkaderan bagi generasi NU. Kendati demikian, tidak sembarang kitab mau dijarkan oleh Mbah Muchit. Ia hanya bersedia mengajar kitab yang ia sendiri pernah mengaji kepada gurunya, KH. Hasyim Asy’ari.
Dikatakannya, Kiai Hasyim Asy’ari mengaji kitab Taqrib dari gurunya, yang secara vertikal akhirnya sampai kepada pengarangnya. “Sehingga sanad gurunya jelas dan nyambung sampai kepada Kiai Hasyim, dan sampai kepada saya. Kiai Hasyim itu selalu mengajarkan Taqrib kepada santri-santrinya. Tamat diulang, tamat diulang lagi, begitu seterusnya,” terangnya.
Habis puasa, tepatnya tanggal 31 Agustus, Mbah Muchit berangkat ke Tuban, tanah kelahirannya. Di sana, ia akan menghadiri Forum Silaturrahim Keluarga Besar Muzadi. Menurut Mbah Muchit, pertemuan forum tersebut hanya digelar tiga tahun sekali. Jumlah kerabat anggotanya mencapai 400-an orang, termasuk yang dari luar pulau Jawa. “Karena saya yang tertua, maka saya dijadikan kepala suku,” tukasnya seraya tersenyum
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Aryudi A Razaq
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua