Bandung, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, Kamis (31/5) besok, menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) dan Konferensi Idarah Wustho Jam’iyyah Ahli Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyyah Jawa Barat. Musyawarah akan diberlangsungkan selama tiga hari di kampus hijau Darul Ma’arif Kaplongan, Indramayu.
Menurut Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat H Surjani Ichsan yang juga Ketua Panitia acara, Mukerwil NU mengangkat masalah pemberdayaan pendidikan dan ekonomi di Propinsi Jawa Barat yang saat ini semakin memperihatinkan. Terdapat 3,5 juta keluarga miskin dari 10,5 juta keluarga dan sebagian diantara mereka adalah warga Nahdliyyin.
“Jumlah itu cukup memprihatinkan terutama setelah dilanda kenaikan harga bahan pokok. Sehingga jika perekonomiannya dibenahi maka akan meningkatkan mutu pendidikan anak dari keluarga mereka," katanya.
Disamping itu juga Mukerwil NU juga akan memerintahkan agar PW Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif dan RMI bisa menangani perihal pendidikan. Sehingga anak-anak yang orang tuanya kurang mampu akan dapat sejajar dengan mereka bisa mengenyang pendidikan.
”Mudah-mudahan melalui Mukerwil ini apa yang akan dihasilkannya menjadi diantara solusi bangsa dalam mengurangi kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Surjani Ihsan.
Mukerwil NU dan Konferwil Thariqot tersebut rencananya akan dibuka secara bersamaan sekitar jam 09.00 oleh Gubernur Jawa Barat dan Taushiyah umum akan disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH A Hasyim Muzadi.
Peserta Mukerwil NU dan Konferwil Thariqot diikuti oleh 25 utusan cabang NU, seluruh Pimpinan Wilayah Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom NU tingkat Jawa Barat. (din/san)
Terpopuler
1
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
2
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
3
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Menhan RI Ungkap AS Pernah Minta Izin Lintasi Wilayah Udara Indonesia
6
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
Terkini
Lihat Semua