Soekarwo-Saifullah Yusuf Hadiri Haul di Pesantren Langitan
NU Online · Jumat, 22 Februari 2008 | 00:20 WIB
Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Soekarwo-Saifullah Yusuf, mulai berkonsolidasi di daerah-daerah basis massa Nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Keduanya, Kamis (21/2) kemarin, menghadiri peringatan Haul KH Abdul Hadi Jahid di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jatim.
Usai kunjungan tersebut, dua tokoh yang akan meramaikan Pemilihan Gubernur Jatim pada Juli nanti itu, menemui Pimpinan Pondok Pesantren Langitan, KH Abdullah Faqih. Hadir juga pada kesempatan itu sejumlah ulama dan kiai berpengaruh, antara lain, KH Mas Subadar (Pasuruan), KH Zainudin Jazuli, KH Anwar Iskandar (Kediri) dan KH Chatibul Umam (Jember).<>
Ubaidillah, Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang, yang juga hadir pada pertemuan itu, mengatakan, âSetidaknya, dengan kehadiran para kiai tersebut, melegitimasi pasangan Karsa (sebutan untuk pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf) mendapat restu kiai.â
Menurutnya, sampai saat ini, GP Ansor masih solid, baik dalam strukrur organisasi maupun komunikasi sampai tingkat pengurus cabang.
Saifullah yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor tampaknya masih memiliki kendala terkait pencalonannya sebagai calon wakil gubernur Jatim mendampingi Soekarwo.
Pengurus Besar NU meminta Saifullah segera nonaktif atau meletakkan jabatannya. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan, permintaan nonaktif itu merupakan aturan organisasi yang harus ditaati dan dipatuhi.
Demikian pula, pelibatan dan penggunaan organisasi dalam politik praktis telah tegas dilarang dalam aturan organisasi. Dan, aturan itu berlaku untuk semua pengurus harian atau badan otonom (banom) di lingkungan NU.
Rangkap jabatan, dalam aturan organisasi, jelas Hasyim, tidak diperbolehkan. âApabila yang bersangkutan terpilih, otomatis lepas dari pengurus karena tidak boleh merangkap jabatan. Dan, apabila tidak terpilih, dia boleh kembali dengan persetujuan pihak yang dulunya memilih,â tandasnya. (gpa/rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua