Pengurus NU Diminta Kurangi Aktivitas di Politik Praktis
NU Online · Kamis, 21 Februari 2008 | 00:04 WIB
Para elit Nahdlatul Ulama (NU) diminta untuk mengurangi aktivitasnya di politik praktis. Sebaliknya, permasalahan mendasar yang dihadapi umat harus lebih diperhatikan.
Demikian dikatakan Ketua Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, KH Muhyiddin Abdusshomad, di Jember, Rabu (20/2) kemarin.<>
Kiai Muhyiddin—begitu panggilan akrabnya—mengatakan, saat ini warga NU resah atas banyaknya pihak-pihak tertentu yang ‘menyerang’ Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), paham yang dianut NU selama ini.
“Sudah sejak lama Aswaja yang mereka diserang dan dilecehkan. Namun, belum ada perlawanan yang sepadan dari NU sendiri,” terang Kiai Muhyiddin.
Menurut dia, kegiatan sejumlah elit NU di politik praktis sudah melebihi batas. Akibatnya, paham Aswaja NU tak terurus. Bila hal itu tidak segera dihentikan, maka akan sangat berbahaya bagi keberadaan NU sendiri.
“Mereka (warga NU) bingung dan butuh bimbingan. Sementara, bapaknya (baca: elit NU) asyik berebut kursi gubernur. Orang lain semakin gampang nyerobot masuk,” tandasnya.
Ia menambahkan, saat ini, warga NU di lapisan bawah membutuhkan arahan dan bimbingan. Karena itu, para elit NU diharapkan turut memikirkan dan memperhatikan masalah umat.
“Karena, paham Ahlussunnah (wal Jamaah) terus diserang dan dilecehkan. Sementara, mereka lebih banyak tidak memahami dasar amalan mereka,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Jember, itu. (rif)
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua