Ulama berpengaruh di Timur Tengah Syeikh, Yusuf Qaradhawi, berpendapat bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad diperbolehkan. Hal itu, menurut Qaradhawi juga merupakan perbuatan terpuji yang tidak dilarang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Pendapat Qaradhawi itu disampaikan Dr Khalid Hindawi, yang merupakan orang dekatnya dalam acara Maulid Nabi yang diselenggarakan di Kedutaan Besar RI untuk Qatar di Doha, pada akhir pekan lalu.<>
”Syeikh Yusuf Qaradhowi pun mengeluarkan fatwa yang mendukung kegiatan Maulid Nabi sebagai suatu perbuatan terpuji dan diperbolehkan. Dan, tidak dengan mem-bid’ah-bid’ah-kan yang tidak dilarang oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah,” katanya.
Selain itu, Khalid juga menuturkan bahwa sungguh tidak bijaksana jika sesama muslim saling menghukumi, saling mengkafirkan dan saling merasa dirinya paling pintar dan benar sendiri dalam mennyikapi perbedaan pendapat.
Peringatan Maulid Nabi itu juga diisi dengan berbagai kegiatan sekaligus menjadi ajang silaturrahmi bagi warga Indonesia di Qatar. Beberapa lomba digelar. Terdapat 15 peserta MTQ, 12 peserta lomba adzan dan 6 kelompok nasyid yang mengikuti lomba yang merupakan utusan dari berbagai kelompok pengajian yang berada di Qatar.
Sementara itu, ibu-ibu dan masyarakat Indonesia di Qatar menggelar bazar makanan di halaman KBRI. Ratusan masyarakat Indonesia hadir berbondong-bondong dari berbagai kawasan di Qatar. Kontributor NU Online di Qatar Ahmad Sudjarad juga melaporkan, masyarakat penganut Nasrani juga menghadiri bazar dan menyatu tanpa melihat sekat-sekat keagamaan.
Puncak acara diisi dengan ceramah inti Maulid Nabi yang disampaikan Ust Agus Mulyana. Dalam ceramahnya, ia menekankan tentang pentingnya meneladani kehidupan Rasulullah dalam berbagai aspeknya.
”Semakin jauhnya kita dengan masa kehidupan Nabi, maka semakin harusnya kita mencintai Beliau. Karenanya, peringatan ini menjadi penting bagi pendidikan dan pemahaman generasi yang akan datang,” katanya.
Juga ditambahkan bahwa pemahaman umat Islam tentang Islam hendaknya terus di kembangkan melalui mengaji dan belajar. ”Jangan sampai antar-sesama kita sendiri salah memahami tektualitas ajaran Islam yang rahmatan lil ’alamin,” tandasnya. (mkf)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua