Jombang, NU Online
Kepergian KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengagetkan banyak kalangan. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid mengatakan, tidak hanya keluarga beasr Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang merasa kehilangan.
”Yang kehilangan bukan hanya Tebuireng, tetapi juga NU dan bangsa,” kata adik kandung Gus Dur ini saat memberikan sambutan mewakili pihak keluarga dalam upacara pemakaman di komplek pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (31/12) siang.
Mewakili keluarga Gus Sholah, panggilan akrab KH Salahuddin Wahid, meminta kesaksian atau isyhad kepada semua yang hadir, ”Apakah beliau orang yang baik?”. Spontan semua menjawab. ”Baik!”.
”Selamat jalan kakakku, selamat jalan pemimpinku. Kami akan meneruskan perjuanganmu,” ujar Gus Sholah mengakhiri sambutan disertai isak tangis.
Doa pemakaman dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, disusul KH Musthofa Bisri (Gus Mus). Upacara diakhiri dengan penghormatan senjata oleh komandan upacara.
Usai upacara, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku inspektur upacara pemakaman kenegaraan itu menyerahkan bendera merah putih dan naskah apel persada kepada pihak keluarga Gus Dur. (nam)
Terpopuler
1
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Maroko Lawan Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026, Ulangan Semifinal di Qatar 2022
5
Kemenhaj Kaji Biaya Haji 2027, Pertimbangkan Faktor Pelemahan Rupiah dan Harga Avtur
6
Mesir Temani Maroko ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Terkini
Lihat Semua