Dampak yang ditimbulkan dari sosialisasi pergeseran arah kiblat di Kabupaten Probolinggo tidak terlalu signifikan karena sosialisasi yang cukup massif dari Badan Hisab Rukyat (BHR) . Adanya pergeseran arah kiblat itu tidak sampai membuat ramai para takmir masjid.
Demikian dinyatakan ketua BHR Kabupaten Probolinggo Mifftahorrahman, Kamis (17/6). Menurutnya, dari hasil hisab timnya, arah kiblat untuk Kabupaten Probolinggo memang ada sedikit pergeseran. Terutama setelah perwakilan BHR melihat langsung kondisi arah matahari dari Kakbah di Mekah pada 16 Mei lalu.<>
"Kami memang telah mengantisipasi agar masalah penentuan kembali arah kiblat itu tidak sampai membuat ramai. Usai mengetahui ada sedikit pergeseran arah kiblat, tim hisab langsung sosialisasikan secara massif ke masjid-masjid," jelas Miftahorrahman.
Dijabarkannya pergeseran itu tidak sampai membuat masjid-masjid harus membongkar kembali arahnya. "Hanya saja cat untuk shafnya sedikit diubah. Beberapa masjid sudah melakukannya. Termasuk masjid Agung Kraksaan," bebernya.
"Intinya di Kabupaten Probolinggo sudah ada kesepakatan bahwa sedikit pergeseran itu dan tidak perlu diperdebatkan. Masjid baru di PLTU Paiton yang baru dibangun juga sudah menyesuaikan dengan arah kiblat yang baru," beber Miftahorrahman. (min)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
Terkini
Lihat Semua