Tanpa Kehadiran Ahmadiyah, Dialog Tetap Berjalan
NU Online · Selasa, 22 Maret 2011 | 23:37 WIB
Meskipun Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menolak hadir, Kementerian Agama, Selasa (22/3) kemarin tetap menggelar dialog dan dengar pendapat atas persoalan Ahmadiyah di Indonesia.
Menurut Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag, Abdul Djamil dialog ini digelar sebagai bagian mata rantai dialog yang pernah diadakan sebelumnya untuk mencari solusi terkait Ahmadiyah di Tanah Air. "Akhirnya lahirkan SKB 3 Menteri 2008," kata dia.<>
Abdul mengatakan selama dua tahun, pemerintah melihat perkembangan di lapangan dan menyimpulkan perlunya antisipasi menyikapi berbagai persoalan yang muncul. Antiklimaksnya, adalah kejadian di Cikesik, Pandeglang, Banten yang memakan korban jiwa.
Karenanya, dengan melibatkan kementerian lain Kemenag menggelar dialog dan dengar pendapat. Terdapat dua tujuan penting dialog ini yaitu menghimpun pendapat dan masukan berbagai pihak dari berbagai perspektif. Kedua merumuskan alternatif kebijakan yang strategis, permanen, progresif bagi penyelesaian Ahmadiyah di Indonesia
Abdul Djamil menyebutkan dialog ini dihadiri oleh wakil kementerian dan lembaga, akedemis, peneliti dan pemerhati keagamaan di Indonesia. Selain itu, dihadiri pula oleh narasumber yang kompeten dengan mengundang pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), LSM keagamaan seperti Setara Institute, Wahid Institute, Maarif Institute, Pusat Studi Al-Qur'an, Ormas Islam, MUI, kepada daerah, gubernur, bupati, walikota yang memiliki kesinggungan langsung dengan Ahmadiyah.
Rencananya, acara akan diagendakan selama 4 hari yaitu tanggal 23, 28, dan 29 Maret. "Kita berharap hasilkan poin penting dan stategis bagi penyelesaian Ahmadiyah," kata dia. (dpg/nam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua