Terima Kasih Gaza kepada Indonesia atas Pembangunan RSI
NU Online · Selasa, 6 September 2011 | 07:48 WIB
Gaza, NU Online
Namanya Ahmad Al-Kahlul. Ia adalah pemuda Gaza yang turut terlibat dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza.
Di sela-sela kesibukan kerja di bawah terik matahari, ia menghampiri M Fauzi—teknisi dan relawan MER-C yang mengawasi pembangunan RSI—yang tengah sibuk memeriksa besi-besi dan tiang-tiang hasil kerja kontraktor. "Syukran lak, ya akhuya. Syukran sya'ab Indonesia. Terima kasih, wahai saudaraku. Terima kasih rakyat Indonesia," kata Ahmad kepada Fauzi.<>
Ahmad adalah salah satu di antara puluhan pekerja di lokasi pembangunan RSI di Jalur Gaza. Dengan rasa syukur yang tak terhingga, dia menyampaikan terima kasihnya kepada relawan MER-C dan seluruh rakyat Indonesia.Â
"Bahkan hampir setiap hari komentar serupa terlontar dari warga Gaza, baik dari para pekerja, warga sekitar dan bahkan para pejabat pemerintahan yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi pembangunan RSI," tutur Fauzi, dalam surat elektronik yang diterima NU Online, Selasa (6/9).Â
Menurut Fauzi, ungkapan terima kasih warga Gaza kepada rakyat Indonesia ini adalah sesuatu yang wajar. "Mengapa tidak? Rakyat Indonesia telah membantu mengembangkan Jalur Gaza dari sektor pembangunan dan fasilitas umum, salah satunya adalah rumah sakit. RSI merupakan amanah rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza," ujarnya.
Sudah dapat dipastikan bahwa RSI akan menjadi rumah sakit utama di wilayah Gaza bagian utara. Saat ini, Gaza hanya memiliki dua rumah sakit utama, yaitu Rumah Sakit Asy-Syifa yang terletak di Kota Gaza—yang menjadi rujukan untuk wilayah Gaza bagian utara dan tengah. Dan Rumah Sakit Eropa yang terletak di daerah Khan Younis—yang menjadi rujukan untuk wilayah Gaza bagian selatan.
"Dengan adanya pembangunan RSI ini, mereka berharap kasus-kasus tidak tertolongnya pasien akibat jauhnya jarak yang ditempuh dari Gaza utara ke RS Asy-Syifa dapat diminimalisir," kata Fauzi.
Gaza Utara yang meliputi Distrik Jabaliya, Bait Lahiya, dan Bait Hanoun merupakan wilayah yang paling sering mendapat serangan Israel. Dan di wilayah inilah banyak para syuhada yang gugur dalam mempertahankan Kota Gaza dari masuknya pasukan Zionis Israel (IDF) dari jalur darat.Â
"Insya Allah, sumbangan, uluran tangan dan cinta kasih rakyat Indonesia kepada rakyat Gaza akan sangat bermanfaat dan akan menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat kelak," harap Fauzi.Â
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua