UU tentang Diskriminasi Rasial Bisa Jadi Dasar Bubarkan FPI
NU Online · Kamis, 5 Juni 2008 | 11:03 WIB
Undang-undang (UU) Nomor 29 Tahun 1999 tentang Diskriminasi Rasial bisa menjadi dasar bagi pemerintah untuk membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI). UU itu juga dapat menjadi jawaban atas keraguan pemerintah untuk membubarkan FPI dengan alasan organisasi pimpinan Riziq Shihab itu tidak berbadan hukum.
Pendapat tersebut diungkapkan perwakilan Human Rights Working Group (HRWG), Ali Akbar Tanjung, kepada wartawan di Kantor Lembaga monitoring Hak Asasi Manusia (HAM) Imparsial, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (5/6).<>
Hal itu juga didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat, di antaranya, Federasi Kontras, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Institut Titian Perdamaian Imparsial.
Namun demikian, mereka upaya pembubaran itu tidak diikuti aksi kekerasan lainnya. Mereka tidak mengharapkan aksi kekerasan dibalas dengan kekerasan pula. Mereka lebih menganjurkan perdamaian dalam menyelesaikan konflik.
Perwakilan Jaringan Masyarakat Cinta Damai, Ichsan Malik, menuturkan, penyerangan FPI terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menunjukkan negara tidak dapat berbuat banyak dalam merespons aspirasi masyarakat.
"Oleh karena itu kita mendesak kepada negara khususnya aparat hukum untuk tetap proaktif dan independen dalam menindak segala bentuk kekerasan," kata Ichsan.
Di tempat lain, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Abubakar Nataprawira, menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membubarkan sebuah organisasi. "Apa yang mau dibubarkan. Menurut Menkumham, mereka (FPI) itu ormas yang tidak terdaftar," katanya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta.
Selama ini, katanya, berdasarkan data, FPI itu organisasi yang tidak terdaftar sehingga bisa dibilang tidak resmi. "FPI itu organisasi tidak resmi," ujar dia. Maka, pihaknya hanya memberikan masukan kepada pihak yang berwenang. (dtc/rif)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
4
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
5
Presiden Prabowo Setujui Bantuan Asing untuk Penanganan Karhutla
6
TGH Turmudzi Badaruddin: NU dan PBNU Saklawase
Terkini
Lihat Semua