Warta

Venezuela Nasionalisasi 60 Perusahaan Minyak

NU Online  ·  Ahad, 10 Mei 2009 | 20:32 WIB

Caracas, NU Online
Pemerintah Venezuela memulai proses nasionalisasi 60 kontraktor jasa minyak dan menempatkan mereka di bawah pengawasan perusahaan minyak milik pemerintah, Petroleos de Venezuela .

Kantor berita Xinhua mengutip pernyataan Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan, nasionalisasi tersebut akan menghemat pengurangan sekitar 20 persen dalam biaya produksi sebagai akibat dari manajemen yang lebih baik dan lebih efisien.<>

Dengan langkah tersebut, 300 kapal, beberapa pelabuhan dan lebih dari 8.000 pekerja sekarang ini akan diserap oleh raksasa minyak milik pemerintah, menurut Menteri perminyakan Rafael Ramirez, yang mendampingi Chavez dalam kunjungan sekitar fasilitas tersebut.

Dilaporkan, Presiden Venezuela Hugo Chavez mendapat pujian dari para pekerja yang mengenakan baju merah dan membawa bendera perusahaan di kawasan Danau Maracaibo di negara bagian Zulia yang kaya minyak, pada saat ia berkeliling ke instalasi-instalasi yang baru saja diambil alih

Pengambilalihan itu menyusul persetujuan Undang-undang Organik oleh Majelis Nasional Kamis (7/5) lalu yang mensahkan langkah untuk menasionalisasikan perusahaan-perusahaan jasa dalam seluruh operasi hydrocarbon dasar.

Venezuela, yang menyebutkan pendapatan minyak lebih dari 93 persen dari pendapatan ekspornya, sangat terpukul oleh penurunan cepat dalam harga minyak mentah.

Petroleos de Venezuela baru-baru ini memulai upaya untuk tidak meminta investasi asing di Orinoco Belt yang kaya minyak serta merundingkan kembali kontrak yang sedang berjalan dengan perusahaan-perusahaan asing guna mengurangi biaya.

Pemerintah Venezuela pada Maret lalu juga menasionalisasikan beberapa pabrik beras sebagai bagian dari pengambilalihan beberapa pelabuhan kunci sebelumnya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menjadikannya dibawah pengawasan pemerintah nasional.

Chavez pada 2007 juga menasionalisasikan berbagai proyek minyak bernilai miliaran dolar, dipelopori raksasa minyak ExxonMobil dan ConocoPhillips meninggalkan negara itu dan menuntut kompensasi. (xin/sam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang