Bogor, NU Online
Vila milik pendiri aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah, H Salam alias Al Masih Al Maw’ud Al Moshaddeq di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (14/11), akan dibongkar paksa karena berstatus ilegal. Namun waktu pembongkarannya belum ditentukan karena kendala teknis.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bagian Operasional Dinas Polisi Pamong Praja Pemda Kabupaten Bogor, H Bejo, di Cibinong, Selasa (13/11), mengatakan pembongkaran vila berdasarkan status ilegal itu, bukan berdasarkan pada milik pendiri aliran sesat.
&q<>uot;Kalau berdasarkan pada status ilegal, maka banyak vila di Kabupaten Bogor berstatus ilegal. Karena itu, Wakil Bupati minta didata semua vila ilegal agar dapat dibongkar sekalian," kata H Bejo.
Menurut dia, bangunan vila Al Moshaddeq itu ilegal karena dibangun di atas tanah negara dan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menjadi wewenang Pemda setempat.
Karena pertimbangan itu, rencana pembongkaran vila ilegal milik H Salam ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Kepala Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pemda Kabupaten Bogor, Achmad Memed Sudarman, mengatakan Pol PP mengusulkan pelaksanaan pembongkaran vila ilegal di Pamijahan itu, pada Rabu (14/11) besok.
Tapi kalau dalam rapat koordinasi dengan Wakil Bupati memutuskan pembongkaran vila itu ditunda lagi, menurut Memed, Pol PP hanya melaksanakan tugas. (han)
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua