Warga Indonesia di Madinah Shalat Ghaib untuk Gus Dur
NU Online · Kamis, 31 Desember 2009 | 08:37 WIB
Shalat ghaib untuk memdoakan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak hanya dilakukan oleh warga Indonesia di tanah air. Shalat ghaib juga diselenggarakan di Madinah.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kantor Daerah Madinah melakukan shalat ghaib setelah terdengar kabar Gus Dur meninggal dunia di RSCM Jakarta, Rabu (30/12) pukul 18.45 WIB.<>
hghaib dipimpin Hamid Afif, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Mesir yang tengah menjadi tenaga musiman (temus) dalam musim haji 1430 H di Madinah. Salat ini diikuti Kepala Daerah Kerja Madinah Drs. H. Cepi Supriatna bersama segenap petugas haji Kantor Daker Madinah.
Shalat yang hukumnya fardhu kifayah itu dilaksanakan setelah PPIH Daker Madinah melaksanakan salat magrib berjamaah sekitar pukul 18.00 WAS atau pukul 22.00 WIB di aula Kantor Daker yang dijadikan masjid.
Wafatnya Presiden IV RI tersebut membuat duka segenap PPIH di Arab Saudi. Para petugas haji di Arab Saudi dapat mengikuti pemberitaan tentang wafatnya Gus Dur melalui sejumlah televisi Indonesia yang dapat direlay di tanah Arab, dan melalui pemberitaan di internet.
Oleh karena itu, para petugas haji selain melakukan salat ghaib dilanjutkan dengan doa dan pengajian. (mch/nur)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua