Zionisme dan Barat Khawatirkan Dialog Pencarian Islam
NU Online · Kamis, 3 April 2008 | 10:30 WIB
Deputi Majlis Iran Javad Aryan-Manesh, Kamis (3/4), mengatakan, gelombang kesadaran Islam dan dialog pencarian Islam telah membuat khawatir negara-negara Barat dan Zionisme.
Seperti dilaporkan sumber Irna, Javad mengatakan bahwa promosi pemikiran-pemikiran Islam murni telah menjadikan Barat dan kaum Zionis melakukan perlawanan terhadap adanya gelombang kesadaran Islam seperti terjadinya Revolusi Islam di Iran pada 1979 silam.<>
Javad menegaskan Revolusi Islam tersebut telah mengerek bendera keadilan, perdamaian, teisme dan hidup berdampingan secara damai di dunia.
Terkait dirilisnya film Fitna oleh anggota parlemen Belanda Geert Wilders, Javad juga mengecam keras atas beredarnya film yang dinilainya telah menistakan Nabi Muhammad SAW dan kitab suci Al-Quran.
Menurutnya, peredaran Fitna itu menunjukkan kelemahan Zionisme dan Barat yang bisa berakibat fatal bagi mereka.
Anggota Komisi Kebudayaan Majlis Iran itu menuturkan, film Fitna itu justru akan memperkuat persatuan dan kesatuan pandang di antara umat Muslim dan orang-orang yang mencari kebebasan di seluruh dunia.
Pihaknya mendesak seluruh negara-negara Muslim untuk menggunakan potensi-potensi politik, ekonomi dan budaya yang dimiliki guna mencegah beredarnya film itu.
Javad juga menyeru negara-negara Muslim dunia, termasuk Iran, untuk memboikot produk-produk Belanda sebagai respon atas beredarnya film anti-Islam itu. (dar)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua