Daerah

Berkhidmat di LAZISNU, Semangat Pensiunan Ini Patut Dicontoh

Selasa, 5 Juni 2018 | 23:30 WIB

Berkhidmat di LAZISNU, Semangat Pensiunan Ini Patut Dicontoh

Roni, Ketua UPZIS Pringsewu Barat

Pringsewu, NU Online
Umur tak menghalangi pensiunan abdi negara ini untuk berkhidmat di Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Selepas tidak lagi menjadi Pegawai Negeri Sipil guru di salah satu SD di Kabupaten Pringsewu, Lampung, cintanya kepada NU semakin membuncah. Berbagai aktifitas ke-NU-an, pengajian, dzikir dan aktifitas sosial kemasyarakatan tidak pernah ia lewatkan.

Pak Roni, begitulah ia biasa dipanggil. Ditemui NU Online, Selasa (5/6) saat menyalurkan santunan ke beberapa pemegang kotak koin pondasi akhirat, nampak guratan kesemangatan terlihat di raut mukanya. Topi PNS nya yang talinya sudah hampir putus dan terlihat kusampun masih setia menemaninya.

"Baru saja menyalurkan santunan. Ada warga yang sakit diopname di rumah sakit. Satu lagi ada yang melahirkan dan masih ada dua lagi yang informasinya masih sakit. Nanti saya mau kunjungi," ujarnya.

Pak Roni memang sangat aktif berkiprah di program kotak koin yang merupakan program Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu.

"Kalau diberi amanah harus segera dilaksanakan. Makanya begitu UPZIS Pringsewu Barat terbentuk dan berhasil mengumpulkan dana infaq dari program LAZISNU, langsung saya salurkan ke pos-posnya," kata Pak Roni yang saat ini dipercaya sebagai ketua Unit Pengumpul Zakat Infaq Shadaqah (UPZIS) LAZISNU Desa Pringsewu Barat.

Saat ini memang Kelurahan Pringsewu Barat sudah berhasil mengelola program kotak koin tersebut dengan maksimal. Ratusan kotak sudah terdistribusi kepada warga dan pada penarikan perdana mampu mengumpulkan koin lebih dari sembilan juta rupiah.

"Saya optimis program ini akan berjalan sukses. Setiap hari saya bawa kotak koin di motor saya untuk terus keliling sosialisasi program ini ke masyarakat Pringsewu Barat," kata Pak Roni sambil sesekali membuka topi dan mengusap keringat di kepalanya.

Pak Roni menjelaskan bahwa Pringsewu Barat berhasil memperoleh koin terbanyak di antara 13 desa yang terdistribusi kotak koin ini. Perkembangan positif ini memicu semangatnya untuk terus berkhidmat di LAZISNU bagi kemaslahatan masyarakat. Perolehan infaq dan shadaqah dari koin jelasnya, disalurkan dalam tiga program yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

"Jangka pendek meliputi santunan kematian, biaya kesehatan persalinan dan insentif guru ngaji. Jangka menengah meliputi bantuan renovasi masjid, bantuan penyelesaian terbelit hutang dan bantuan tanggap bencana. Dan jangka panjang meliputi pengadaan sarana kesehatan dan sarana pendidikan," jelasnya.

Selain itu imbuhnya, alokasi dana kotak koin juga disalurkan untuk membantu Usaha Menengah Kecil Masyarakat (UMKM), tanggap bencana dan santunan bagi anak yatim piatu dan para dhuafa.

"Besok Kamis (7/6) akan ada penyaluran dana santunan dari UPZIS Kecamatan Pringsewu untuk anak yatim secara kolektif di Masjid Nurul Ikhlas Pringsewu Barat bersamaan dengan acara Safari Ramadhan PCNU dan LAZISNU Kabupaten Pringsewu," kata Pak Roni yang juga sekretaris dari masjid tersebut.

Semangat Pak Roni perlu diteladani oleh masyarakat khususnya bagi generasi muda. Semangat dan keikhlasannya berkhidmat mampu menjadi spirit tersendiri untuk memberi manfaat bagi orang lain. Tidak memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. (Muhammad Faizin)


Terkait