Tanah Bergerak di Tegal Tak Kunjung Henti, 2.453 Warga Padasari Hidup dalam Ketidakpastian
Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:30 WIB
Tegal, NU Online
Tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah telah berlangsung selama dua pekan tanpa tanda-tanda mereda. Hingga Jumat (13/2/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal mencatat sebanyak 596 keluarga atau 2.453 jiwa terdampak dan terpaksa meninggalkan rumah mereka. Warga kini tersebar di delapan titik pengungsian, mulai dari majelis taklim, sekolah, gedung serbaguna, pesantren, hingga rumah warga.
Bencana ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat struktur tanah di lereng Gunung Slamet menjadi sangat labil dan berbahaya untuk ditinggali. Desa yang sebelumnya ramai oleh aktivitas warga perlahan berubah menjadi kawasan sunyi. Banyak bangunan dipenuhi retakan, sebagian lainnya roboh.
Mohamad Yusuf Bahtiar, Pimpinan Ranting GP Ansor Padasari mengungkapkan bahwa situasi di Desa Padasari yang kian memburuk.
“Sudah dua minggu ini tanah masih terus bergerak, warga mengungsi meningkat, rumah rusak total dan sebagian juga bertambah karena curah hujan terus meningkat. Semua akses jalanan itu terputus sebenarnya, cuman ada beberapa warga yang ingin mengevakuasi barang-barang berharganya dengan menggunakan motor dan ada yang hanya dapat jalan kaki,” ujarnya saat dihubungi NU Online, Jumat (13/2/2026).
Ia mengatakan bahwa kerusakan permukiman hampir merata dan pergerakan tanah terjadi seiap hari terutama saat turun hujan.
“Hampir 90 persen rumah di padasari itu sudah ambruk yang tidak hambuk juga sudah mulai miring. Kalau hujan deras, tanahnya bergerak dengan cepat kalau terik tetap bergerak cuman lambat. Setiap hari suara retakan dan rumah ambruk itu selalu terdengar,” katanya.
Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga menghadapi ketidakpastian masa depan. Ketidakjelasan rencana relokasi ini menambah beban psikologis para pengungsi yang telah hidup dalam kondisi darurat selama berhari-hari.
“Katanya mau ada hunian tetap di bawah gunung slamet, cuman tidak tahu kapan di bangun,” ujar Yusuf.
Di posko pengungsian SDN 02 Padasari yang dikelola Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, sekitar 200 orang mulai mengalami gangguan kesehatan, sementara kebutuhan dasar warga belum sepenuhnya terpenuhi.
“Warga mengeluhkan pusing dan demam, akses air bersih juga semakin sulit. Padahal (bulan) Ramadhan sebentar lagi datang,” pungkasnya.
Bantuan kemanusiaan berupa dana dapat disalurkan melalui rekening BRI 066101002297308 atas nama NU Peduli LAZISNU Kabupaten Tegal dan konfirmasi ke 081214368009.