Daerah

1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif

NU Online  ·  Sabtu, 7 Februari 2026 | 17:00 WIB

1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif

Bangunan pesantren roboh terdampak tanah bergerak di Padasari, Tegal, Jawa Tengah. (Foto: dok LAZISNU Tegal)

Tegal, NU Online

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.686 warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengungsi akibat bencana tanah bergerak. Hingga kini, pergerakan tanah masih terjadi dan berpotensi memperluas dampak kerusakan.


Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak mencapai 295 kepala keluarga dan masih berpotensi bertambah.


“Laporan terkini yang diterima pada Kamis (5/2/2026), jumlah warga terdampak mencapai 295 kepala keluarga dan berpotensi bertambah seiring pergerakan tanah yang masih terus terjadi hingga saat ini,” ujar Abdul dalam keterangan yang diterima NU Online, Sabtu (7/2/2026).


Ia menjelaskan, bencana tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan serta akses jalan, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan distribusi bantuan. Pondok Pesantren Al-Adalah yang berada di desa tersebut turut terdampak.


“Gedung pesantren ambruk. Hal ini membuat pengurus pondok harus mengungsikan para santri,” katanya.


Rincian pengungsi per Kamis (5/2/2026) malam terdiri atas 1.160 warga dan 526 santri Ponpes Al-Adalah. Mereka tersebar di enam titik pengungsian, antara lain Majelis Az Zikir WA Rotiban, SDN 02 Padasari, Dukuh Lebak, Majelis D Pengasinan, Ponpes Dawuhan, Gedung Serbaguna Desa Penujah, serta sejumlah rumah warga.


Ketua PC LAZISNU Kabupaten Tegal, Maskun Riziq, mengungkapkan pergerakan tanah mulai terasa sejak Senin siang.


“Awalnya sekitar pukul 14.00 WIB mulai muncul retakan tanah hingga sore dan malam hari terjadi pergerakan yang cukup besar,” ujarnya kepada NU Online, Jumat (6/2/2026).


Ia menyebut kerusakan semakin parah hingga menyebabkan bangunan roboh, termasuk sejumlah gedung di lingkungan Ponpes Al-Adalah.


Data sementara mencatat 282 unit rumah terdampak, dengan rincian 177 rusak berat, 56 rusak sedang, dan 49 rusak ringan. Sejumlah akses jalan terputus sehingga kendaraan tidak dapat melintas dan relawan harus berjalan kaki menuju lokasi terdampak.


Diduga, hujan deras berkepanjangan menjadi salah satu pemicu pergerakan tanah. “Hujan dengan intensitas tinggi terjadi cukup lama sebelum kejadian,” jelas Maskun.


Merespons kondisi tersebut, LAZISNU bersama Bagana, PCNU, dan IPPNU Kabupaten Tegal mendirikan posko dapur umum di halaman SDN 02 Padasari.


“Kami diarahkan untuk mendirikan dapur umum, bukan tenda pengungsian, karena para pengungsi berada di dalam ruang kelas sekolah,” katanya.


Selain dapur umum, relawan NU juga menyediakan toilet portabel dan layanan kesehatan melalui LKNU Kabupaten Tegal.


“Kami membawa ambulans untuk mengecek kondisi kesehatan para pengungsi. Alhamdulillah belum ada keluhan yang mengkhawatirkan,” ujarnya.


Penggalangan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan melalui rekening BRI 066101002297308 atas nama NU Peduli LAZISNU Kabupaten Tegal dan konfirmasi ke 081214368009.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang