Technical Meeting Beasiswa Aktivis NU, Perkuat Komitmen Kaderisasi dan Transparansi Program
Senin, 2 Maret 2026 | 22:30 WIB
Jakarta, NU Online
Program Beasiswa Aktivis NU memasuki tahap penguatan implementasi melalui kegiatan Technical Meeting yang digelar pada Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antara pengelola program, mitra pendonor, dan para penerima manfaat untuk memastikan tata kelola, komitmen, serta mekanisme pelaksanaan beasiswa berjalan transparan dan akuntabel.
Beasiswa Aktivis NU merupakan program dukungan pendidikan yang diperuntukkan bagi aktivis dari berbagai Lembaga dan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama yang memiliki komitmen kuat dalam khidmah dan pengabdian kepada jam’iyyah.
Program ini memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp5.000.000 per semester selama 4 semester, sebagai bentuk ikhtiar memperkuat kapasitas kader NU agar dapat terus berkontribusi secara intelektual dan organisatoris di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi agenda strategis Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kader-kader NU tidak hanya harus kuat secara tradisi keilmuan, tetapi juga unggul dalam pendidikan formal dan profesionalitas.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi bagian dari desain besar kaderisasi NU agar lahir generasi yang berintegritas, berilmu, dan tetap teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujarnya.
Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi. Tercatat 685 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti proses seleksi.
Direktur NU Scholarship, Muhammad Syauqilah, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan komprehensif. Penilaian tidak hanya berbasis rekomendasi struktural dari NU, tetapi juga melalui verifikasi mendalam untuk memastikan para penerima benar-benar merupakan aktivis yang aktif, berkhidmat, serta memiliki rekam jejak pengabdian nyata di lingkungan NU.
“Program ini kami rancang dengan prinsip akuntabilitas dan kebermanfaatan. Karena itu, verifikasi komitmen dan rekam jejak menjadi poin penting dalam seleksi,” jelasnya.
Ketua BAZNAS RI Noor Ahmad dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya tata kelola dana umat yang transparan dan berdampak nyata. Ia menyampaikan bahwa dukungan terhadap Beasiswa Aktivis NU merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat kapasitas umat melalui jalur pendidikan.
Menurutnya, aspek monitoring dan pelaporan menjadi bagian penting dalam memastikan dana zakat yang disalurkan tepat sasaran serta memberikan dampak berkelanjutan.
Technical Meeting ini juga membahas mekanisme pencairan, sistem pelaporan akademik, komitmen penerima, serta pola monitoring dan evaluasi program.
Dengan adanya Beasiswa Aktivis NU, diharapkan lahir kader-kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas akademik yang kuat dan integritas moral yang kokoh.
Program ini diproyeksikan menjadi investasi kaderisasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Nahdlatul Ulama yang unggul, berintegritas, dan berkomitmen pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Melalui sinergi PBNU, Lakpesdam, NU Scholarship, dan BAZNAS RI, Beasiswa Aktivis NU diharapkan terus berkembang sebagai model pengelolaan beasiswa kader yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masa depan jam’iyyah serta bangsa.
Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, Direktur Lakpesdam PBNU Asrul Raman, jajaran Tim NU Scholarship, serta para penerima Beasiswa Aktivis NU dari berbagai daerah.