Muhammad Faizin
Penulis
Jakarta,Ā NU OnlineĀ
Tiba-tiba tinggal jauh dari orang tua memang menjadi sebuah tantangan tersendiri khususnya bagi seorang anak. Kondisi dan situasi inilah yang sering dirasakan oleh para santri baru saat berada di pesantren. Mereka sering kaget dengan suasana di pesantren dan sulit untuk melakukan adaptasi.Ā
Agar santri baru betah di pesantren, Sekretaris Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Kabupaten Pringsewu, Lampung Hizbullah Huda memberikan sembilanĀ tips masuk pertama di pesantren. Tips ini diharapkan bisa menjadi inspirasi dan motivasi agar santri betah di pesantren.Ā
- Menurut Ketua Yayasan Pesantren Mathlaul Huda Ambarawa ini adalah menata niat dengan baik dan berpikir positif (husnuddzan) kepada teman-teman baru, para ustadz dan semua keluarga besar pesantren. "Berpikir positif bahwa dengan tinggal di pesantren-pesantren akan baik untuk dirinya," katanya kepada NU Online, Rabu (27/7/2022).
ĀBaca Juga
Ketika Santri Ditilang Polisi
- Para santri harus membuka diri dan melakukan adaptasi dengan memperbanyak berkenalan dengan teman-teman baru dan mengetahui kondisi lingkungan pesantren. Hindari menutup diri dan suka menyendiri karena akan berimbas negatif kepada diri sendiri.
Ā - "Jangan melanggar aturan dan paksa diri untuk bisa disiplin mematuhi tata tertib pesantren," ungkapnya.
Ā - Santri harus memperhatikan kondisi keuangan dan menggunakannya dengan bijak. Hal ini dilalukan dengan mengukur kiriman uang dari orang tua dengan menghemat pengeluaran uang jajan alias jangan boros.
Ā - "Santri juga sangat perlu untuk bisa dekat dengan minimal 1 atau 2 pengurus atau ustadz yang tinggal di pesantren. Syukur-syukur dekat dengan kiainya," ungkapnya membeberkan.
Ā - Santri harus menjaga kesehatan fisik agar senantiasa sehat. Hal ini dilakukan dengan menjaga kesehatan berupa makan teratur sesuai jadwal, menggunakan alat mandi sendiri dan tidak memakai milik teman, serta rutin berolahraga.
Ā - Santri baru harus memiliki komitmen disiplin dalam beraktivitas. Mengisi waktu istirahat dan waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Ā - Santri juga harus menanamkan prinsip bersabar dan ikhlas menjalani semua kegiatan di pesantren. Kesabaran ini akan menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan kepasrahan diri pada Allah swt.
Ā - "Selalu berdoa memohon kepada Allah swt agar betah, mendoakan teman-temannya yang belum betah agar betah, dan minta didoakan oleh orangĀ tua, kiai, dan saudara-saudaranya agar betah," pungkasnya.
Ā
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul ArifinĀ
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua