Ansor Harap Huntara Korban Banjir Gayo Lues Rampung Sebelum Ramadhan
NU Online · Selasa, 10 Februari 2026 | 20:00 WIB
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Gayo Lues, NU Online
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Huntara ditargetkan sudah dapat dihuni sebelum Ramadhan 1447 Hijriah agar warga tidak berlama-lama tinggal di tenda pengungsian.
Banjir bandang yang melanda Gayo Lues pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.367 rumah rusak berat, 356 rumah hanyut, serta 357 rumah berada di zona rawan dan tidak dapat dihuni kembali.
Kondisi tersebut membuat ribuan warga bertahan di pengungsian dalam waktu cukup lama. Selain keterbatasan fasilitas, tinggal di tenda berisiko terhadap kesehatan dan kondisi psikologis, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Sebagai langkah pemulihan, pemerintah pusat bersama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membangun 1.743 unit huntara yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak. Pekerjaan meliputi pembukaan dan penataan lahan, pembangunan pondasi, hingga distribusi material bangunan.
Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Gayo Lues Dharmika Yoga mengapresiasi percepatan pembangunan tersebut. Ia berharap huntara dapat ditempati sebelum Ramadhan 2026.
“Kami berharap sebelum Ramadan huntara ini sudah bisa dihuni, sehingga warga dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan layak, tidak lagi dalam kondisi darurat,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Menurut Dharmika, huntara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga berperan penting dalam pemulihan psikologis dan sosial masyarakat terdampak. Ia menekankan pentingnya kualitas bangunan serta pendataan penerima yang adil dan tepat sasaran.
“Ansor siap bersinergi mengawal proses ini agar benar-benar berpihak kepada warga dan memenuhi standar kelayakan,” tegasnya.
Percepatan pembangunan huntara diharapkan menjadi solusi transisi sebelum hunian tetap direalisasikan, sekaligus membantu warga menyambut Ramadhan dengan kondisi yang lebih aman dan bermartabat.
Terpopuler
1
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
2
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
3
Sejumlah Pemberitaan Wafat KH A Wahid Hasyim di Media Massa
4
Perbedaan Pendapat Ulama tentang Urutan Bulan Haram, Mana yang Pertama?
5
118 Hotel Siap Tampung 108 Ribu Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama
6
Gus Yahya Pilih Jaga Jarak atas Kasus Gus Yaqut, Tak Libatkan NU dalam Urusan Keluarga
Terkini
Lihat Semua