Banjir Pati Masih Setinggi Dada Orang Dewasa, Warga Bertahan di Pengungsian
NU Online · Selasa, 20 Januari 2026 | 20:00 WIB
Situasi banjir yang menggenangi Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Selasa (20/1/2026). (Foto: Ahmad Solkan)
Ahmad Solkan
Kontributor
Pati, NU Online
Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hingga hari ini masih belum sepenuhnya surut. Di sejumlah wilayah, genangan air bahkan masih mencapai setinggi dada orang dewasa. Kondisi ini membuat warga terdampak memilih bertahan di pengungsian sambil menunggu situasi membaik.
Salah satu titik banjir terparah berada di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati. Hingga Selasa (20/1/2026), wilayah tersebut masih tergenang banjir cukup dalam, meski kondisi jalan utama di sekitarnya terlihat sudah kering.
Sutowo, salah seorang warga Dukuh Guyangan, mengatakan bahwa banjir telah merendam kampungnya selama hampir sepekan. Hingga kini, air belum sepenuhnya surut dan aktivitas warga masih sangat terbatas.
"Alhamdulillah banjirnya datangnya lambat, sehingga kita bisa menyelamatkan barang-barang. Sudah bersiap-siap," ujarnya saat ditemui NU Online di posko banjir Dukuh Guyangan.
Ia menjelaskan, hampir seluruh warga di dusunnya memilih mengungsi, baik ke posko pengungsian maupun ke rumah sanak saudara di wilayah yang lebih aman. Meski demikian, kebutuhan dasar warga di posko pengungsian sejauh ini relatif tercukupi.
"Pada umumnya tiga kali makan. Alhamdulillah ini ada donasi sosial dari orang-orang," ungkapnya.
Menurut Sutowo, pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi banjir, di antaranya melalui normalisasi Sungai Silugonggo. Selain itu, pembangunan tanggul dan bendungan karet juga telah dilakukan di sungai tersebut.
Namun, tingginya intensitas hujan yang turun di wilayah hulu, khususnya di kawasan Gunung Muria dan Pegunungan Kendeng, menyebabkan debit air meningkat tajam dan menggenangi dataran rendah di Kabupaten Pati. Karena itu, ia berharap pemerintah segera melakukan langkah jangka panjang berupa pemulihan lingkungan.
"Harapan kita sebenarnya untuk reboisasi di atas (Gunung Muria dan Pegunungan Kendeng). Jadi ada resapan dari atas," tuturnya.
Sementara itu, Ketua NU Peduli Pati Edi Kiswanto menyampaikan bahwa kondisi banjir di Kabupaten Pati secara umum mulai berangsur surut. Meski demikian, beberapa kecamatan seperti Juwana, Jakenan, Gabus, dan Sukolilo masih terdampak banjir cukup serius.
Ia menambahkan, sebagian warga di wilayah tersebut memilih mengungsi, sementara sebagian lainnya bertahan di rumah masing-masing. NU Peduli Pati kembali menerjunkan relawan untuk membantu warga terdampak, sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
Bahkan, saat ini NU Peduli Pati bersinergi dengan BPBD Kabupaten Pati untuk mendirikan posko banjir baru yang berlokasi di Gedung MWCNU Jakenan.
"Beberapa hari ke depan kami masih fokus penjadwalan pemberian bantuan lewat posko-posko cabang kami di beberapa MWCNU terdampak banjir," terangnya.
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan Awal Sya'ban 1447 H Jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Sya'ban 1447 H
3
DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset, Harta Pelaku Bisa Dirampas Tanpa Putusan Pengadilan
4
RMI PBNU Buka Pendaftaran Pelatihan Bahasa Inggris, Berikut Jadwal Seleksinya
5
3 Doa yang Dianjurkan Dipanjatkan di Bulan Sya'ban
6
Warga Terdampak Bencana Aceh Tengah Terima Dana Tunggu Hunian, PCNU Dorong Pemulihan Menyeluruh
Terkini
Lihat Semua