Banser Sambek Antisipasi Radikalisme Agama di Desa
NU Online · Sabtu, 30 Januari 2016 | 01:03 WIB
Untuk mengantisipasi gerakan radikalisme agama yang menjalar sampai ke desa, Banser Ranting Sambek, Wonosobo, Jawa Tengah, menggalakkan selapanan bergilir di masing-masing anggota. Kegiatan tersebut berisi mujahadah dan kajian ilmu serta membahasa perkembangan organisasi dan peristiwa terkini.
"Kegiatan ini sudah berjalan 3 tahun lebih sebagai wadah anggota untuk silaturahim serta menambah wawasan berbagai hal, mulai organisasi, sampai Aswaja,” ungkap Ketua Ranting GP Ansor Sambek Nimun Romli (26/1).
Kegiatan tersebut, kata Nimun, semakin penting dilakukan karena banyak peristiwa yang berusaha merongrong Aswaja dan NKRI. Dengan selapanan, segala info tetangga terdekat sampai situasi nasional bisa dibahas bersama.
“Kami mempunyai kewajiban untuk mengantisipasi dari tingkat terendah, yaitu desa," tegasnya.
Kiai setempat, Solihin mengatakan, sesuai instruksi dari PBNU dan Satkornas Banser, warga desa, khususnya Banser harus meningkatkan kewaspadaan di semua lini agar jangan sampai ada bibit terorisme di desa. “Kita juga siap membuka posko pengaduan,” ungkapnya.
Dengan jalinan komunikasi yang baik di semua tingkatan, lanjut dia, Banser akan berusaha membatasi dan membentengi kader dari paham yang tidak jelas, yang merongrong agama dan NKRI. (Herry bh/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
6
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
Terkini
Lihat Semua