Dekan FAI UNU Blitar Gaungkan Kepemimpinan Semesta Berbasis Astabrata untuk Transformasi Kepala Sekolah di Kota Blitar
NU Online · Ahad, 30 November 2025 | 19:00 WIB
Blitar, NU Online
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (FAI UNU) Blitar, Arif Muzayin Shofwan menggaungkan konsep Kepemimpinan Semesta berbasis Atabrata sebagai fondasi transformasi kepemimpinan kepala sekolah dalam kegiatan Outbound Management by Spiritual Coaching (OMSC) 2025.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Pendidikan berlangsung pada Jumat (28/11/2025) di Pagung Agrowisata Kediri dan diikuti oleh para Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri se-Kota Blitar.
Dalam kegiatan bertema Nature-Based Leadership tersebut, Arif menyampaikan bahwa dunia pendidikan membutuhkan pemimpin dengan karakter kuat, kemampuan adaptif, serta kepekaan sosial yang mumpuni. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Astabrata-delapan sifat alam berupa bumi, air, angin, bulan, matahari, lautan, gunung, dan api—merupakan panduan yang relevan untuk membangun kepemimpinan yang selaras, humanis, dan efektif.
"Pemimpin yang baik harus mengayomi seperti bumi, menyesuaikan seperti air, berbicara dengan bijak seperti angin, dan memberi energi positif sebagaimana matahari," ujarnya.
Arif menambahkan bahwa kepemimpinan sekolah tidak hanya bergantung pada kemampuan administratif, tetapi juga pada kedalaman karakter dan integritas. Menurutnya, pemimpin perlu memiliki keteguhan seperti gunung dan keluasan hati seperti lautan agar mampu menghadapi dinamika dan tekanan dalam pengelolaan sekolah.
"Jika kepala sekolah tidak memiliki keteguhan prinsip, maka ia mudah goyah dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, keluasan hati membuat pemimpin mampu merangkul semua elemen sekolah dengan bijaksana," tegasnya.
Materi Kepemimpinan Semesta disampaikan beriringan dengan sesi praktik dalam konsep Nature-Based Leadership, yang mengajak para peserta untuk belajar langsung dari lingkungan dan menyelaraskan diri dengan alam. Melalui aktivitas refleksi dan simulasi lapangan, peserta diajak mengembangkan kemampuan membaca situasi, mengelola emosi, dan mengambil keputusan yang lebih jernih.
"Ketika pemimpin mampu menyatu dengan alam, ia akan lebih peka terhadap perubahan dan lebih bijak dalam memimpin manusia," kata Arif.
Penguatan kapasitas kepala sekolah melalui pendekatan Astabrata merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah. Pendekatan ini dianggap relevan dengan kebutuhan kepemimpinan di era perubahan cepat, terutama dalam menghadapi tantangan teknologi, budaya belajar, dan pengelolaan sumber daya sekolah.
Kegiatan OMSC 2025 diakhiri dengan sesi refleksi implementasi nilai-nilai Astabrata dalam kehidupan sekolah. Para peserta mengapresiasi pendekatan Nature-Based Leadership yang dinilai inspiratif dan aplikatif, memberikan perspektif baru dalam memimpin dengan kearifan, ketangguhan, dan keselarasan dengan alam.
Semangat transformasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Kota Blitar.
Kontributor: Wijianto
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua