Dikarantina, IPNU-IPPNU Cetak Jurnalis Nahdliyin Produktif
NU Online · Senin, 13 Mei 2013 | 00:15 WIB
Pamekasan, NU Online
Potensi menjadi jurnalis sangat besar di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Setidaknya, itu terdapat pada diri generasi muda NU yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).<>
Karena itulah, IPNU-IPPNU Kadur Pamekasan menggelar Diklat Kepenulisan dan Jurnalistik selama tiga hari tiga malam berturut-turut. Pembukaannya dilangsungkan Jumat (10/5) sampai Senin (13/5) pagi.
"Landasan utama kami menggelar diklat ini, ialah tiada lain guna mencetak jurnalis nahdliyin yang produktif. Dan itu, bisa dimulai dari semangat para pemudanya," ujar Ketua IPNU Kadur, Faisol Anshori kepada NU Online, Ahad (12/5).
Peserta diklat ini dibatasi. Sebanyak 45 peserta sebagai utusan IPNU-IPPNU seKabupaten Pamekasan, terlibat aktif dalam kegiatan yang ditempatkan di Pesantren Miftahul Anwar, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan ini.
Panitia menghadirkan pemateri andal dari berbagai media massa. Semisal Jurnalis Harian Pagi Kabar Madura, Koran Madura, Media Madura, dan Karimata FM.
Selama tiga hari tiga malam, peserta dikarantina. Dengan kata lain, mereka diharuskan menginap di Pesantren Miftahul Anwar. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, panitia juga merangkul pengurus pesantren.
Untuk menghilangkan rasa jenuh peserta, panitia juga membuat permainan edukatif. Selain itu, tiap pagi, peserta dibawa jalan-jalan sembari membawa alat tulis. Usai jalan-jalan yang didampingi panitia, peserta menuliskan hasil pengamatannya selama jalan-jalan pagi.
"Dalam jalan-jalan pagi ini, kami juga kemas dalam bentuk observasi. Intinya, kami menekankan agar kapan dan di manapun, kader IPNU-IPPNU harus terus menulis. Sebab, menulis itu berpangkal dari pembiasaan," tukasnya.
Redaktur   : A. Khoirul Anam
Kontributor: Hairul Anam
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua