Gairahkan Ekonomi Warga, Muslimat NU Jember Gelar Pasar Krempyeng
NU Online Ā· Senin, 8 Juli 2019 | 11:30 WIB
Jember, NU Online
PC Muslimat NU Jember tak pernah kekeringan ide untuk memberdayakan umat. Kali ini menggandeng Komunitas Pasar Kita, PC Muslimat NU Jember menggelar Pasar Krempyeng. Kegiatan tersebut diseleggarakan setiap Sabtu pagi di halaman Kantor PC Muslimat NU Jember dengan melibatkan sejumlah pedagang aneka kuliner khas daerah.
āAlhamdulillah, pembukaan Pasar Krempyeng Sabtu kemaren (6/7) cukup meriah, sesuai rencana,ā tukas Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj Emi Kusminarni kepada NU Online di sela-sela rapat Panitia Konferensi Cabang NU Jember di Jember, Ahad (7/7).
Menurut Hj Emi, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus ajang memasarkan produk kuliner khas daerah bagi warga yang telah mempunyai usaha. Sebab,Ā halaman kantor PC Muslimat NU cukup luas dan lokasinya cukup strategis.
āKami hanya memfasilitasi, mempertemukan antara penjual dan pembeli. Kami ingin memberikan peluang bagi perempuan yang ingin berusaha membantu ekonomi keluarga,ā ucapnya.
Setiap pedagang yang membuka lapak di Pasar Krempyeng itu dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 untuk selamanya. Selain itu, kewajiban lain bagi pedagang adalah memakai pakaian kebaya bergaya ndeso dan dalam percakapan harus menggunakan bahasa daerah (Madura atau Jawa). Tujuannya adalah menjaga bahasa daerah sekaligus melestarikan tradisi berpakaian kebaya yang mulai hilang dari budaya masyakarat kecuali hanya untuk acara seremonial. Padahal sesungguhnya pakaian kebaya mengandung nilai-nilai kesopanan.
āKami ingin tradisi (pakaian) daerah tidak hilang dari budaya masyarakat. Sebab itu mempunyai nilai kesopanan yang luar biasa,ā tambahnya.
Untuk kali pertama Pasar Krempyeng digelar, diikuti oleh 26 pedagang dengan menyuguhkan aneka jajanan dan masakan khas daerah, misalnya nasi pecel, nasi oseng mercon, nasi ayam pedas, kupang lontong, dan nasi ayam srundeng, Sedangkan camilan berupa sempol, asinan buah, peyek, dan sambel pecel.Ā Terdapat juga aneka minuman, susu kedelai, bir pletok, es buah, sinom, dan beras kencur.
āDengan begitu, setidaknya ekonomi warga semakin bergairah,ā pungkasnya. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme PolitikĀ
4
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
5
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
6
Warga Huntara Aceh Tamiang Keluhkan Air Keruh dan Listrik, PCNU Minta Perhatian Serius
Terkini
Lihat Semua